Jasa arsitek desain gambar rumah gay mediterania pilar eropa

Jasa Arsitek Desain Gambar Fasade Kantor Minimalis Modern

 

Jasa Arsitek desain gambar rumah Mediterania

CENTER POINT ARSITEK menerima jasa Desain Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan dan didukung oleh tenaga – tenaga Arsitek , Sipil dan Tukang Bangunan berpengalaman, telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang Rancang Bangun Perumahan ( Perumahan Mewah, Perumahan Sedang, maupun Perumahan Sederhana ) meliputi Bangun rumah, Renovasi rumah.
Berbagai macam pertimbangkan mungkin sudah banyak tertampung dipikiran anda. Mulai dari mempertimbangkan berapa banyak Biaya Pembangunan Rumah dan Team kita akan mengunakan Rencana Anggaran Biaya anda dapat mengetahui berapakah dana (budget) anda yang harus dikeluarkan, berapa luas bangunan yang akan dibangun, ruang apa saja yang akan dibutuhkan, Gaya Bangunan, dan Model Bangunan apa yang sesuai dengan selera anda. Mungkin anda juga sudah berusaha mencoba merencanakan tata ruang bangunan yang menurut anda layak dan sesuai dengan kebutuhan anda.
Kami siap memberikan SOLUSI kepada Anda bukan hanya dalam Desain Rumah saja, melainkan siap Membangun Rumah, Merenovasi Rumah maupun Membongkar Rumah anda dengan pengerjaan secara professional dan terencana.
Sebagai Jasa Arsitektur berpengalaman, kami berikan solusi pembiayaan yang jelas, system pembayaran serta pelaksanaan bangunan secara flesibel sesuai dengan budget keuangan dan kebutuhan anda. Team bangun bangunan baru siap melaksanakan bangun rumah, renovasi rumah, dan bongkar rumah untuk merubah tampilan rumah anda menjadi semakin baik. Bukan hanya rumah dengan team Bangunan kita juga melayani bangun ruko, renovasi ruko, bongkar ruko, bangun kantor, renovasi kantor, bongkar kantor dan segala hal yang menyangkut Bidang Arsitektur dan struktur bangunan .untuk merubah tampilan rumah, ruko, kantor anda menjadi semakin baik.
Setelah melalui proses pemikiran diatas, mungkin akhirnya anda berpikir untuk mencari seorang Arsitek yang akan memberikan solusi dalam merencanakan sebuah bangunan sesuai dengan keinginan anda.Team bangun bangunan baru memiliki Arsitek, Sipil, Tukang Bangunan, Mandor, Konsultan dan Pengawas kerja terampil dan berpengalaman.
Sebagai team Arsitek rumah tinggal dan Jasa Renovasi serta Kontraktor Proyek terkini sebagai Kontraktor Arsitek, Kontraktor Rumah, Kontraktor Bangunan, Konsultan Arsitek, Konsultan Rumah, Kontraktor Ruko, Kontraktor Kantor, Konsultan Ruko, Konsultan Kantor dan Konsultan Bangunan berpengalaman.
Dengan konsepsi Rancangan yang matang, perwujudan Arsitektur Bangunan, Arsitektur interior, maupun Arsitektur Landscape/Taman, selain dapat memaksimalkan fungsi-fungsi ruang yang proporsional juga dapat menghadirkan tempat yang nyaman bagi anda dan juga akan memberikan citra khusus untuk anda.

Berikut di bawah ini adalah Contoh contoh gambar desain rumah bergaya Mediterania yang dibuat dengan menerapkan teknologi 3 dimensi, agar mudah dalam mendesain detail detail dari bangunan rumah sebelum rumah tersebut di bangun :

Bangunan Rumah bergaya Mediterania

Asal dari arsitektur bergaya Mediterani ini sulit didefinisikan secara spesifik, karena wilayah Mediterania berada di sepanjang pantai di laut tengah, yang meliputi Tiga Benua seperti Eropa , Afrika, dan Asia, dan negara negara yg pantai nya masuk ke dalam wilayah Mediterania adalah Sepanyol, Perancis bagian Selatan, Italia dan Yunani, dan untuk di Benua Asia yang pantainya masuk kedalam Bagian dari Laut Mediterania adalah Aljazair, Tunisia dan Libya.Iklim Mediterania adalah iklim pada kebanyakan wilayah cekungan Mediterania sebagai bagian dari iklim subtropis. Di luar Mediterania, iklim jenis ini terdapat di wilayah California, sebagian Australia barat dan selatan, Afrika Selatan bagian barat daya dan sebagian wilayah Chili tengah.Ciri iklim ini adalah musim panas yang hangat hingga panas dan kering, dan musim dingin yang mild dan basah. Contoh kota penting yang beriklim Mediterania adalah Atena, Barcelona, Beirut, Yerusalem, Tunis, Marseille dan Roma.Tetapi menurut Freddy H. Istanto (Staf Pengajar Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Arsitektur – Universitas Kristen Petra) dalam artikelnya :

TELAAH GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA DI INDONESIA,  bahwa gaya arsitektur Mediterania berasal dari negara Spanyol (yang dikawasan Mediterania, Spanyol bagian selatan). Pertama kali gaya Arsitektur Mediterania ini diperkenalkan oleh bangsa Spanyol pada abad ke 16 M ke wilayah negara-negara yang diekspansinya (Negara Amerika Serikat, terutama negara Florida). Kemudian gaya arsitektur Mediterania mencapai zaman keemasan di Amerika Serikat pada dekade awal abad ke 19 M.

Jika Anda pernah menoton Film The Pirates, disitu di gambarkan banyak terdapat bangunan bangunan pada abad ke 18  yang bergaya Mediterania, pada masa keemasan kolonialisme. Karena Gaya arsitektur Mediterania ini muncul karena penyesuaiaan dan beradaptasi dengan kondisi iklim dan cuaca negara asalnya, dengan iklim subtropis, dengan intensitas sinar matahari yang tinggi, menyebabkan suhu pada siang hari sangat panas, dan perubahan suhu yg ektrim pada malam harinya, maka dibuat bangunan dengan dinding dinding yang sangat tebal, yang bertujuan untuk memblokir panas yang di hasilkan dari penyinaran dari matahari, dan menyimpan panas, agar di malam hari yang basah tetap hangat. Dengan buka bukaan jendela yang kecil di atas dan banyak jumlahnya, untuk sirkulasi udara dan mampu mengurangi panas keluar pada malam hari. dan taman yang terlindung secara privasi dan eklusif  yang berada di dalam bangunan yang merupakan ciri khas gaya mediterania yang sudah berkebang selama berabad-abad.

Sedangkan untuk bangunan yang berada di Negara Yunani yang beriklim subtropis adalah pemilihan warna-warna dekorasinya yang cenderung lembut dan pucat sesuai dengan kondisi iklim yang sejuk. Warna-warna yang terinspirasi dari alam yakni warna putih yang berasal dari pasir pantai, dan warna warna teduh dan romantis yang memberikan nuansa pantai yakni  warna biru dan hijau yang berasal dari laut. Dan untuk beradaptasi dengan iklim di Yunani yang intensitas penyinaran mataharinya sedang , dan terpaan angin yang cukup kencang, bangunan menditerania di buat agar kuat terhadap terpaaan angin kencang.

Sedangkan warna coklat kemerah-merahan dan kuning pucat yang juga sangat melekat pada gaya arsitektur Mediterania, khususnya yang berasal dari Spanyol, merupakan representasi dari gurun yang berada di bagian selatan. Sehingga, secara keseluruhan warna-warna yang digunakan pada arsitektur Mediterania ini mengadopsi warna alam.

Dominasi kekuatan kerajaan Romawi pada kawasan Mediterania, membawa pula institusi, hukum-hukum, bahasa latin dan seni bangsa Romawi; demikian pula masuk ke kawasan ini pengaruh Yunani klasik dan Etruria kuno. Seni bangsa Spanyol termasuk didalamnya arsitektur Spanyol terpengaruh oleh seni-seni yang berasal dari Romawi seperti round-arched, rhythmic dan kecintaan pada hangatnya sinar matahari (sun-loving).

Bentuk-bentuk rumah yang merupakan jawaban atas iklim Mediterania, seperti juga bentuk-bentuk rumah kota di Yunani dan Romawi, memiliki wajah yang oleh Newcomb disebut sebagai “bleak and bare’ fachada (face) to the street”. Ekspresi wajah rumah tinggal ini diperkenalkan pula sampai ke Amerika Selatan, Mexico, Hindia-Belanda serta daerah-daerah permukiman orang Spanyol di negara-negara lain.

Konsep Arsitektur Mediterania yang sebenarnya adalah menyelaraskan atau menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar yang dipertegas dengan pemakaian bahan -bahan yang berasal dari alam dan tidak merusak alam seperti penggunaan plesteran secara tradisional serta pemakaian batu alam dan tanah liat pada dinding bangunan, arsitektur mediterania sendiri juga telah mendapat pengaruh dari arsitektur Islam yang sampai saat ini menjadi karakter dari arsitektur mediterania, yaitu penggunaan lengkung pada pintu masuk, jendela, dan serambi. Arsitektur mediterania tidak hanya menekankan pada fungsi saja melainkan diseimbangkan dengan kematangan konsep yang menggunakan pilihan bentuk, material, dan warna serta mempertimbangkan dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

PERKEMBANGAN GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA DI INDONESIA

Sebutan ‘gaya arsitektur Mediterania’ sebenarnya bukanlah berasal dari wilayah Mediterania sendiri karena wilayah tersebut bukan suatu negara atau suku yang menyebut dirinya satu. Sebutan ini justru muncul di tempat lain yang mengadaptasikan gaya-gaya arsitektur dari wilayah Mediterania. Sebagai contoh, di Indonesia terdapat gaya (style) yang disebut sebagai gaya arsitektur Mediterania. Sebutan ini menunjukkan hubungan dengan wilayah Mediterania dan unsur-unsur bangunan dan rupa yang digunakan pada bangunan-bangunannya. Ini berarti, kata ‘arsitektur Mediterania’ memberi kesan ‘seperti’ bangunan-bangunan di Mediterania. Gaya arsitektur Mediterania di Indonesia muncul sebagai style atau gaya. Gaya arsitektur Mediterania adalah suatu gaya utuh dengan unsur-unsur pembentuk yang sudah tertentu. Ketika kita menyebutkan ‘gaya arsitektur Mediterania’, maka bayangan tentang bangunannya mungkin akan sama, yaitu bangunan dengan gaya berciri khas lengkung, berpilar, dan sebagainya. Gaya Mediterania adalah gaya arsitektur yang hangat, nyaman, berhias (dekoratif), dan harmonis. Gaya ini hangat karena kebanyakan warna-warna yang digunakan adalah warna hangat seperti warna pastel, terakota, serta kuning dan oranye. Karakter nyaman diper¬oleh dari kesan gaya yang homy (seperti di rumah) yang kental dari bentuk-bentuk yang tidak kaku dan luwes. Berhias dalam gaya arsitektur Mediterania berarti adanya hiasan-hiasan yang ragamnya sangat ba¬nyak, seperti kolom yang dihias dengan tonjolan-tonjolan, bingkai kusen di pinggir jendela dan pintu yang memberi kesan me¬wah, dan sebagainya. Keharmonisan gaya arsitektur Me¬diterania dicapai melalui keselarasan peng¬gunaan skema warna dan keselarasan gu¬bahan geometri (bentuk dasar).

PENGARUH ARSITEKTUR DARI WILAYAH MEDITERANIA PADA PERKEMBANGAN GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA DI INDONESIA

Pengaruh peradaban yang dimaksudkan dalam penjelasan ini berkaitan dengan per¬adaban-peradaban yang mengalami kejayaan di wilayah Mediterania dan memberi pengaruh bagi gaya arsitektur Mediterania di wilayah atau negara lain. Peradaban yang memiliki hubungan dengan perkembangan gaya arsitektur Mediterania di Indonesia hanyalah yang memiliki unsur-unsur bangunan dan unsur rupa yang secara prinsip menunjukkan kesamaan. Pengaruh Spanyol Spanyol terletak di sebelah barat laut Laut Mediterania.

Spanyol tidak hanya memberi pengaruh pada perkembangan gaya arsitektur Mediterania di Indonesia, namun jauh sebelum itu, merupakan pengaruh yang menimbulkan bibit gaya arsitektur Mediterania di Amerika, tempat perkembangan gaya ini sebelum masuk ke Indonesia. Bangsa Spanyol menginvasi Amerika pada abed ke-16 dengan membawa serta pengaruh gaya arsitekturnya. Pengaruh ini diterima cukup baik dan disebut sebagai ‘gaya arsitektur Mediterania (Mediteranian Architecture style)’, yang berkembang pesat di daerah Florida dimana gaya ini dikenal sangat luas. Pada tahun 1920, di Florida terjadi pengenalan aliran Gothic, yang membuka jalan bagi pengaruh lain dari wilayah Medite¬rania untuk turut meramaikan perkembangan gaya ini.

Di Indonesia, gaya arsitektur Mediterania berkembang pesat. Pengaruh Spanyol dapat dilihat pada : – Genteng tanah liat berwarna terakota – Dinding yang diplester kasar – Lengkungan-lengkungan, terutama di atas pintu, jendela dan porch (beranda)Pintu yang diukir – Kolom atau pilar – Batuan yang diukir atau dihias Banyaknya pengaruh di atas disebabkan gaya arsitektur Mediterania memang awalnya diambil dari pengaruh arsitektur Spanyol yang berkembang pesat dengan masuknya pengaruh lain dari Yunani-Romawi, serta Timur-Tengah.

Pengaruh Timur-Tengah Timur-Tengah mencakup Turki, Arab, Palestina dan Israel, dan negara-negara lain yang terletak di sebelah timur Laut Mediterania. Turki termasuk ke dalam Yunani-Romawi, sedangkan daerah-daerah seperti Arab, Palestina dan Israel memiliki jenis arsitektur yang khas dengan bangunan padang pasir dan bukit yang kering. Pengaruh gaya bangunan di Timur-Tengah terhadap perkembangan aya Mediterania Indonesia tidak banyak, salah satu yang menonjol adalah hiasan floralnya yang memberi inspirasi bagi hiasan sulur sederhana. Hiasan sulur ini cukup banyak ditemukan pada bangunan bergaya arsitektur Mediterania di Indonesia, namun tidak dipakai sebagai unsur dekorasi utama, hanya mem¬perkuat kesan gaya saja. Pengaruh Yunani – Romawi Letak geografis Yunani-Romawi dahulu terletak di wilayah Italia, Yunani dan Turki saat ini, yang terletak di sebelah utara Laut Mediterania. Peradaban Yunani-Romawi banyak menyumbangkan ide-idenya pada perkembangan gaya arsitektur Mediterania di Indonesia dengan bentuk-bentuk pilar yang kokoh, tympanum, architrave, unsur lengkung, lis profil, dan sebagainya. Bangunan di Yunani-Romawi kebanyakan dibuat dari susunan batu yang diukir dengan mewah, yang memberikan kesan berat atau masif. Kemasifan ini turut menunjang citra kekokohan dan kemewahan pada kejayaan Yunani-Romawi. Pengaruh lain adalah garis-garis lengkung yang menghiasi jendela dan pintu, yang menjadi unsur dominan dalam gaya arsitektur Mediterania di Indonesia. Selain itu, Yunani-Romawi juga memberi pengaruh menggunakan balkon dan lis profil.

UNSUR-UNSUR PEMBENTUK BANGUNAN ATAP

Atap bangunan di Mediterania menggunakan atap miring, baik pelana (dua sisi) ataupun limasan (empat sisi), kuda-kuda kayu dan genteng tanah liat berwarna terakota, teritisan pendek atau tanpa teritisan sama sekali. Atap pada gaya arsitektur Mediterania di Indonesia bervariasi antara atap pelana, atap limasan, atau kombinasi keduanya. Atap biasanya berteritisan pendek, sedangkan jendela-jendela diberi pelindung dak beton. INDING Dinding bangunan di Mediterania (terutama Spanyol) banyak dibuat dari batubata tanpa dibakar yang disebut adobe. Dinding batuan juga mewarnai bangunan dimasa lalu sebagai peninggalan Yunani-Romawi (di Italia sekarang dan Turki) dan bangunan-bangunan di wilayah Timur-Tengah. Karakter dinding tersebut dibawa dalam gaya arsitektur Mediterania di Indonesia dalam bentuk dinding bertekstur plester kasar, dinding batuan, atau ornamen yang menyerupai susunan batuan.

KUBAH

Kubah adalah atap melingkar dengan ben¬tuk setengah bola yang banyak digunakan di wilayah Mediterania pada bangunan-bangunan besar. Kubah sering digunakan karena alasan konstruksi kubah bisa menaungi ruang cukup lebar tanpa kolom. Kubah juga memiliki nilai keindahan (estetika) yang baik. Kubah merupakan salah satu ciri gaya arsitektur Mediterania di Indonesia, walaupun bukan ke¬harusan menggunakannya. Kubah banyak di¬pakai sebagai elemen hiasan (dekoratif) pada area masuk bangunan (entrance) atau khusus di atas ruang yang membutuhkan penekanan sua¬sana special. Karena kubah memberi kesan me¬wah, biasanya ditempatkan pada area ruang tamu atau orang berkumpul dalam rumah.

PINTU DAN JENDELA

Pintu dan jendela di Indonesia biasanya berbentuk segiempat, dengan bentuk lengkungan di atasnya. Kusennya biasanya dibuat menjadi bingkai yang dihias dengan lis profil. Bukaan angin-angin (ventilasi) berbentuk segiempat dan lingkaran, serta berukuran kecil-kecil.

PILAR

Pilar adalah kolom vertikal dari batuan, kayu atau metal yang berfungsi struktural (konstruksi) dalam arti memikul beban atap, atau hiasan saja (ornamentasi). Pilar menjadi salah satu pemerkuat ciri gaya arsitektur Mediterania, sebagai bagian penting dari gaya ini. Pilar-pilar sesungguhnya dari Mesir dan Yunani-Romawi merupakan bagian dominan pada muka bangunan (facade), sangat vokal dan memiliki kesan kemewahan bangunan-ba¬ngunan besar. Hiasan (ornamentasi) pada pilar adalah aturan baku dengan tiga jenis aturan (dalam aturan klasik/classical order Yunani-Romawi), yaitu aturan Doric, aturan Ionic, serta aturan Chorintian.

Pada gaya arsitektur Medi¬terania di Indonesia, pilar muncul sebagai pilar sesungguhnya yang berfungsi struktural, atau hanya hiasan saja. Pilar biasanya berben¬tuk bulat panjang dan dihiasi per¬mukaannya dengan hiasan yang mirip dengan aturan-aturan Yunani-¬Romawi tersebut, atau hiasan yang didesain sendiri, dibuat mirip-mirip dengan aslinya. Kadangkala pilar malah berpenampang segi-empat. Pilar biasanya menopang bagian portico, balkon atau carport dengan model tympanum di atas-nya.

Portico adalah bagian bangunan terbuka yang menempel bangunan, digunakan untuk area masuk (entrance) bangunan, biasanya memiliki kolom-kolom untuk menyangga atapnya sendiri. Sebuah bangunan bergaya arsitektur Mediterania biasanya mempunyai portico, atau yang menyerupai portico, karena merupakan ciri kunci dari gaya arsitektur Mediterania. Portico dapat berdiri sendiri sebagai ruang terbuka dengan atapnya sendiri, atau dengan sebuah balkon di atasnya.

BALUSTRADE Balustrade merupakan barisan atau susunan horisontal dari tiang-tiang yang di¬satukan railing (rel penghubung) berupa kayu, besi atau bahan lain. Balustrade merupakan permainan hias (dekoratif) yang terdapat pada rangkaian tiang-tiang penga¬man di atas bangunan, balkon, atau tangga yang memiliki citra keindahan khas Medi¬terania.

Tympanum adalah bagian dari bentuk geometri dan hiasan (dekorasi) yang berbentuk segitiga (kadang juga setengah lingkaran) di atas pintu, jendela atau portico. Di Indonesia, banyak digunakan pada bagian atas portico, bentukan atap, serta di atas pintu dan jendela.

BALKON

Balkon merupakan area menonjol di lantai atas bangunan, digunakan sebagai area ruang luar. Balkon adalah ciri kuat gaya arsitektur Mediterania, meng¬ingat di wilayah Mediterania, terutama di Spanyol dan Italia, balkon banyak digunakan. Balkon biasanya me¬rupakan area untuk sekadar duduk-duduk dan menik¬mati pemandangan. Sebagai suatu ciri khas gaya arsitektur Mediterania di Indonesia, balkon berperan penting untuk menunjang kesan gaya ini, di mana biasanya bila sebuah rumah tinggal bergaya Mediterania mempunyai dua lantai, maka bia¬sanya juga mempunyai balkon.

BENTUKAN MENARA

Bentuk menara atau serupa me¬nara juga muncul dalam gaya arsitektur Mediterania di Indonesia. Bentuk menara banyak dijumpai di Timur-Tengah. Bentukan menara ini biasanya menghiasi bagian ujung ba¬ngunan atau menandai bagian bangunan yang penting, misalnya pintu masuk utama. Denah menara biasanya berbentuk melingkar dan atap menara menyesuaikan dalam bentuk kubah. Bila menara berde¬nah segiempat, maka atapnya biasanya atap limasan lancip seperti bangunan-ba¬ngunan Gothic.

UNSUR-UNSUR RUPA WARNA

Warna yang banyak muncul pada bangunan di wilayah Mediterania adalah warna batuan seperti terakota, kuning kapur, putih, abu-abu dan sebagainya. Warna-warna ini menjadi muncul secara berani akibat efek pantulan sinar matahari yang memungkinkan warna-warna terlihat begitu cemerlang. Warna terakota juga terlihat pada atap rumah-rumah tradisional, misalnya di Spanyol, di mana penutup atap atau genteng terbuat dari tanah liat berwarna terakota. Pada awalnya bangunan bergaya arsitektur Mediterania memiliki citra polos dan sederhana. Rexford menjuluki bangunan asal .Spanyol ini berwajah ‘beak and bare’, bangunan-¬bangunan ini kemudian terpengaruh warna-warna cerab Karibia. Kesan bangat bahkan panas akhirnya dihadirkan pada dinding bangunan dengan gaya arsitektur Mediterania ini . (Istanto, 1999) Pada gaya arsitektur Mediterania di Indonesia, warna-warna cernerlang ini muncul sebagai cat yang berwarna-warni. Kalaupun menggunakan batuan, maka batuan yang digunakan adalah batuan dengan warna cerah, seperti misalnya batu palimanan dan bata paras.

UNSUR DEKORATIF

Lis Profil Lis profil adalah hiasan berbentuk kumpulan garis menonjol. Lis profil ini merupakan salah satu ciri utama dalam gaya arsitektur Mediterania di Indonesia. Hiasan ini biasanya memberi batas antara bagian bangunan, misalnya antara dinding dengan atap, antara lantai satu dan lantai dua, antara jendela dan dinding, dan sebagainya. Lis profil sangat mirip dengan architrave, yaitu dekorasi berbentuk pita-pita atau lis pada pilar-pilar aturan klasik Yunani-Romawi, namun telah disederhanakan atau digubah kembali. Ketebalan lis profil bervariasi, kadang hanya muncul sebagai garis semata. Lis profil termasuk hiasan menarik karena memberi ketegasan bentuk bangunan dan membawa kesan mewah. Dekorasi Bentuk Vegetasi dan Hiasan Mesir Dekorasi jenis vegetasi muncul dalam bentuk paling sederhana, misalnya bentuk sulur sederhana, di mana hiasan ini bisa dikaitkan dengan hiasan floral yang berkembang pesat di Timur-Tengah. Dekorasi bentuk vegetasi ini tidaklah menonjol pada gaya arsitektur Mediterania di Indonesia, penggunaannya hanya untuk memperkuat kesan gaya Mediterania. Hiasan yang serupa hieroglif atau hiasan lain dari Mesir kadang digunakan pada gaya ini, namun hanya se¬bagai variasi saja. Bahan Bangunan Bahan yang digunakan untuk membangun di wilayah Mediterania cukup bervariasi, meskipun tidak selengkap saat ini. Wilayah Mediterania terdiri dari banyak negara dan kebudayaan yang tidak sama cara membangunnya, sebagai contoh bangsa Afrika pedalaman mempunyai cara cukup unik, membangun dengan bahan tanah liat. Bangunan tanah liat mengharuskan adanya banyak ‘kolom’ terbuat dari tanah liat pada sepanjang dinding dan banyak di dalam bangunannya.

Eksplorasi teknik membangun tanah liat ini memungkinkan dibangunnya bangunan setinggi dua puluh meter. Orang-orang Timur-Tengah, Mesir, Yunani-Romawi serta Bizantium-Kristen awal ba¬nyak membuat bangunan dari batuan dan Bata bakaran. Saat ini, teknologi dan bahan bangunan berkembang sangat pesat sehingga tidaklah mustahil untuk mengadaptasi segala jenis bentuk ba¬ngunan atau hiasan (ornamen) yang berkembang di wilayah Mediterania. Batuan pada gaya arsitektur Mediterania di Indonesia hanya menjadi unsur hias (dekoratif) saja karena tidak digunakan untuk konstruksi. Batuan yang di maksud adalah batuan ekspos (batuan hias) pada dinding, bukan pada pon¬dasi. Batuan memberikan kesan ‘lebih berat’ pada tampilan muka (facade), yang banyak diguna¬kan di bagian bawah dinding.

Gaya arsitektur Mediterania merupakan produk lokal atau biasa disebut dengan arsitektur Mediterania vernakular, yang terdapat pada beberapa negara di sepanjang pesisir laut Mediterania yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keadan iklim, geografi, kebudayaan lokal hingga unsur – unsur arsitektur Islam. Bangunan Mediterania yang berada di Italia sendiri juga tidak lepas dari unsur – unsur pembentuk yang meliputi unsur kebudayaan lokal Italia sendiri, keadaan geografis dimana Italia memiliki daerah pantai, daratan, serta daerah perbukitan. Faktor perbedaan lokasi ini pula yang membedakan bentuk bangunan Mediterania serta pola tatanan masa antara bangunan yang satu dengan yang lain / bangunan tetangga yang berada di tepi laut, dengan yang ada di tengah kota. Secara umum style rumah mediterania yang berada di Italia ini bisa dikenali dengan ciri berikut : – Dinding eksterior berupa plesteran atau batu bata, plesteran secara tradisional dicet putih, krem, atau pink. – Bentuk Atap datar , pelana dan sebagian besar berbentuk limasan biasanya Menggunakan genteng dengan warna merah, meski terkadang juga memakai warna hijau. – Menggunakan bentuk lengkung untuk portico (entrance), jendela, serambi. – Mempunyai bukaan pintu dan jendela yang lebar. – Beberapa bangunan menggunakan railling besi seperti besi tempa yang digunakan pada balkon dan serambi bangunan. Style arsitektur Mediterania menawarkan keindahan (estetika) yang tidak biasa ditawar¬kan oleh banyak gaya arsitektur lain, karena gaya ini memang mengambil estetika sebagai ciri khas pembentuk gaya. Segala sesuatu yang dibangun ketika menggunakan gaya ini didasarkan pada apakah nantinya menunjang keindahan atau tidak, berdasarkan prinsip-prinsip gaya arsi¬tektur Mediterania. Bahkan konstruksi pun seringkali dibuat untuk menunjang estetika. Mediterania, negeri dan wilayah pemberi pengaruh pada gaya Mediterania di Indonesia adalah yang memiliki nilai sejarah tinggi. Faktor yang perlu untuk diperhatikan pada gaya arsitektur Mediterania di Indonesia ada¬lah kesesuaiannya dengan iklim. Sepanjang bangunannya tetap dapat menanggulangi iklim Indonesia yang panas dan basah, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Gaya arsitektur Mediterania kebanyakan cocok bagi orang Indonesia karena sifat gaya arsitektur yang cenderung berhias dan berornamen, sebagaimana tradisi yang telah diterapkan pada kebanyakan arsitektur tradisional Indonesia, berhias dan berornamen. Gubahan tampilan muka (facade) pada perkembangan gaya Mediterania di Indonesia mengambil unsur-¬unsur gaya dari wilayah Mediterania dan menggunakannya dengan cara digubah kembali atau dipakai sesuai aturan aslinya. Pada fasade rumah dengan gaya arsitektur mediterania di Indonesia ini bisa dikenali dengan ciri berikut : – Terdapatnya portico dengan bentuk lengkung pada bagian antar kolom. – Dinding eksterior berupa plesteran atau batu bata, dengan penambahan unsur batu alam pada bawah bangunan dan pada portico. – Bentuk Atap pelana dan sebagian besar berbentuk limasan dengan tritisan pendek yang dilengkapi kantilevel berhias list profil. – Menggunakan railling besi dengan dekorasi vegetasi yang digunakan pada balkon. – Terdapatnya unsur dekoratif berupa list profil yang menghiasi fasade.
Item Type: Article

Gaya Arsitektur rumah Mediterania pertama di kenalkan oleh Kolonial bangsa Eropa yang datang ke Indonesia pada masa penjajahan, dan gaya rumah arsitektur mediterania cocok dengan iklim di Indonesia yang beriklim Tropis panas, dan bila kemarau dingin di malam hari , dan sangat di sukai karena tampilanya yang klasik, mewah, dan elegan.

Rumah dengan gaya mewah di Indonesia memang kebanyakan didesain mengacu pada desain rumah dari Eropa. Kita sudah sering membahas desain rumah Eropa yang khas dengan gaya klasik dari desain kerajaan Eropa, terutama dari arsitektur dalam ukiran dan juga bangunan yang tinggi dan besar.

Hal yang sama akan Anda temukan di dalam rumah mediterania, yaitu desain rumah yang tinggi hampir seukuran dua lantai sekaligus. Rumah ini wajib memiliki halaman depan dan halaman belakang yang luas dengan pagar rumah yang alami.

 

 

 

 

%d bloggers like this: