jasa arsitek jakarta barat

Jasa Arsitek Jakarta Barat Hemat

CENTER POINT ARSITEK melayani jasa lengkap desain, bangun rumah atau renovasi rumah yang dikhususkan bagi personal maupun corporate yang merencanakan proyek menginginkan ketepatan waktu, desain yang kreatif, hasil pekerjaan yang berkualitas dan dengan harga bersaing.
Layanan lengkap mulai dari nol hingga serah terima kunci yang didukung oleh tenaga- tenaga arsitek, tukang, dan tenaga sipil bangunan berpengalaman dan telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang rancang bangun.
Memberikan solusi kepada anda bukan hanya desain jasa arsitektur,bongkar rumah, renovasi rumah atau sketsa pelaksanaan proyek, tetapi juga kami memiliki solusi rumah yang dapat di hemat, dengan sistem pelaksanaan bangunan yang fleksibel sesuai budget keuangan kebutuhan anda.
Kreatif desain hasil pekerjaan cepat, rapi adalah komitmen kami untuk mewujudkan rumah impian anda.

Kami melayani Jasa Gambar Rumah untuk Area Jakarta Barat, untuk keterangan lebih lanjut hubungi Kami.

 

Jakarta Barat terkenal dengan peninggalan masa kolonial Belanda seperti Gedung Balai Kota (kini menjadi Museum Sejarah), kawasan Pecinan (Glodok) dan juga sejumlah mesjid tua serta benteng-benteng pertahanan masa awal pendudukan Belanda di Batavia. Dan berikut informasinya ,

Gedung arsip nasional RI dulunya adalah bekas kediaman gubernur jenderal VOC Reinier de Klerk yang dibangun pada abad ke-18. Hingga tahun 1925, gedung ini dipakai departemen Pertambangan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kemudian, tempat tersebut dijadikan Lands archief (“arsip negeri”), yang kemudian setelah Indonesia merdeka menjadi gedung arsip nasional.

Gedung Arsip Nasional Indonesia tampaknya sesatunya bangunan di sepanjang Jl Gajah Mada dan Jl Hayam Wuruk, yang memiliki taman yang sangat besar, mewah di pusat kota Jakarta. Tidak heran bahwa bangunan ini dirancang untuk menjadi pusat perbelanjaan. Syukur gagal.

Para pejabat di pos pemeriksaan yang ada garis langsung ke kanan, ke parkir kendaraan. Setelah turun depan bangunan dan memasuki ruangan, saya adalah seorang penjaga yang lebih tua dan menandatangani buku tamu disambut. Karena ada pameran lukisan yang disponsori oleh Kedutaan Besar Italia, jadi saya membuat catatan dari nama dua guestbook.

Bangunan Arsip Nasional
Gedung Arsip Nasional fasad Republik Indonesia, yang terlihat bagus. Bangunan ini dibangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk (Middelburg, 19 November, 1710 – Batavia September 1, 1780), yang juga arsitek. Reiner, yang merupakan anggota dewan Hindia Belanda, di mana nama Villa Molenvliet adalah konstruksi bangunan.

Reiner yang kemudian ditunjuk Gubernur Jenderal Belanda East India Company (1777-1780) juga dikreditkan sebagai pendiri Museum Nasional pada tahun 1778, yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Lebar tanah Gedung Arsip Nasional saat ini tinggal 57 m panjang 164 AD, mengecilkan asli daerah.

Bangunan Arsip Nasional
Memasuki ruangan gedung Arsip Nasional, ada banyak benda tua dan furnitur yang pernah saya lihat datang ke sana. Dari apa yang sedikit ada juga menulis permintaan untuk tidak mengambil itu, siapa yang tidak ingin saya untuk bertemu. Gramophone adalah salah satu dari beberapa koleksi yang disimpan di aula pusat pembangunan Arsip Nasional membangun Republik Indonesia.

Koleksi lain di ruang utama adalah beberapa potong lemari kayu, meja, konsol, dada antik sera. Di ruang di sisi kanan bangunan ada replika kapal layar yang tersimpan di balik kasus kaca. Kemudian saya bisa memotret objek yang ada untuk aula besar ini. Bangunan ini adalah simetris berbentuk bangunan, dengan bangunan tambahan di sebelah kiri kanannya, serta bangunan yang membentuk huruf U di belakang dengan taman terbuka besar. bangunan pusat Sartu bangunan di bagian belakang lantai dua. Pintu-pintu kayu tinggi dihiasi dengan ukiran yang indah.

Bangunan Arsip Nasional
Salah satu ukiran indah di bagian atas pintu gedung tinggi. Setiap pintu memiliki ukiran kayu dengan motif yang berbeda. Semuanya masih terlihat barang-barang antik asli, dan indah. Di dinding Arsip Nasional membangun terpasang pelat logam penghargaan, termasuk Arsitektur penghargaan Kerja dari Asosiasi Arsitek Indonesia pada tahun 1999.

UNESCO Award of Excellence di UNESCO Asia-Pacific Heritage Awards 2001 kategori monumen budaya. Departemen Kebudayaan dan Museum Jakarta memberi “pilihan sadar untuk Pelestarian Budaya dan Restorasi Pemeliharaan Lingkungan dan Bangunan Heritage di Jakarta pada tahun 2005”. Meskipun itu mungkin untuk melanjutkan nafsu makan pengembang untuk menempatkan bangunan ini dalam lingkungan bisnis.

bangunan bersejarah jakarta barat

bangunan bersejarah jakarta barat

Museum bahari Terletak di Jalan Pasar Ikan No. 1, Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Museum Bahari menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di area Kota Tua Jakarta. Gedung Museum Bahari dibangun secara bertahap mulai tahun 1652 hingga tahun 1759 dan berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah dan hasil bumi yang dimiliki oleh kongsi dagang Hindia Belanda (VOC). Pada thaun 1976, gedung ini diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan diresmikan sebagai Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

Maritime Museum Toko 126 koleki benda sejarah maritim. Terutama kapal dan perahu dari perdagangan tradisional. Di antara puluhan kapal miniatur yang dipamerkan adalah 19 koleksi asli dan 107 buah miniatur, foto, dan kehidupan laut lainnya.

Adalah bekas gudang rempah-rempah Belanda East India Company, yang terletak di tepi Teluk yang indah dari Jakarta. Pada zaman kuno kota tersebut merupakan pusat komersial penting. Begitu sibuk yang membutuhkan keamanan yang ketat, kapal membawa grinding besar dan kecil dari rempah-rempah seperti cengkeh, pala, merica, kayu manis, kayu putih, tembakau, kopra, daun teh, biji kopi dan lain-lain dibawa ke Eropa dan beberapa negara lain di dunia .

Hasil Nusantara telah menjadi penting bahan baku perusahaan perdagangan monopoli VOC (Vereningde India Company) Belanda. Sampai saat ini, gudang tua itu masih perlengkapan tinggi dan terkesan. Cocok perubahan fungsinya sebagai museum maritim item sejarah toko.

Kota tua jakarta hanya seluas 15 hektare dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa. Pada 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan.

Masjid K.H Hasyim Asy’ari menelan anggaran pembangunan Rp 164 miliar yang dirancang dengan nuansa ornamen Betawi. Selain ornamen Betawi, masjid ini dibangun dengan konsep lima menara yang melambangkan rukun Islam. Dan baru di resmikan oleh presiden joko widodo pada 15 april 2017.

%d bloggers like this: