jasa arsitek kediri

Jasa Arsitek Kediri Murah

CENTER POINT ARSITEK melayani jasa lengkap desain, bangun rumah atau renovasi rumah yang dikhususkan bagi personal maupun corporate yang merencanakan proyek menginginkan ketepatan waktu, desain yang kreatif, hasil pekerjaan yang berkualitas dan dengan harga bersaing, dan tidak akan menguras kantong Anda.
Layanan lengkap mulai dari nol hingga serah terima kunci yang didukung oleh tenaga- tenaga arsitek, yang berpengalaman dan telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang rancang bangun, gambar desain rumah.
Memberikan solusi kepada anda bukan hanya desain jasa arsitektur,bongkar rumah, renovasi rumah atau sketsa pelaksanaan proyek, tetapi juga kami memiliki solusi rumah yang dapat di hemat, dengan sistem pelaksanaan bangunan yang fleksibel sesuai budget keuangan kebutuhan anda.
Kreatif desain hasil pekerjaan cepat, rapi adalah komitmen kami untuk mewujudkan rumah impian anda.

 

bangunan-bersejarah-kediri

bangunan bersejarah kediri

Kediri dikenal merupakan pusat perdagangan utama untuk gula dan industri rokok terbesar di Indonesia. Di kota ini juga, pabrik rokok kretek Gudang Garam berdiri dan berkembang. Pada tahun 2010 kediri dinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia yaitu Most Recommended City for Investment berdasarkan survei oleh SWA yang dibantu oleh Business Digest unit bisnis riset grup SWA. Dan berikut bebrapa bangunan bersejarah dan bangunan yang menjadi ikon kediri,

Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SLG adalah salah satu bangunan yang menjadi ikon Kabupaten Kediri yang bentuknya menyerupai Arc de Triomphe yang berada di Paris, Perancis. SLG mulai dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008, yang digagas oleh Bupati Kediri saat itu, Sutrisno. Bangunan ini terletak di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri tepatnya di pusat pertemuan lima jalan yang menuju ke Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten, Kediri. Jika Arc de Triomphe dibangun untuk menghormati para pejuang yang bertempur dan mati bagi Perancis dalam Revolusi Perancis dan Perang Napoleon, namun belum ada kejelasan mengapa dan untuk menghormati siapa Monumen Simpang Lima Gumul Kediri ini dibangun.Dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa didirikannya monumen ini dikarenakan terinspirasi dari Jongko Jojoboyo raja dari Kerajaan Kediri abad ke-12 yang ingin menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri.

Jika Arc de Triomphe dibangun untuk menghormati para pejuang yang bertempur dan mati bagi Perancis dalam Revolusi Perancis dan Perang Napoleon, namun belum ada kejelasan mengapa dan untuk menghormati siapa Monumen Simpang Lima Gumul Kediri ini dibangun.[3]. Dalam beberapa sumber menyebutkan, bahwa didirikannya monumen ini dikarenakan terinspirasi dari Jongko Jojoboyo, raja dari Kerajaan Kediri abad ke-12 yang ingin menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri.

Selain sebagai ikon sebuah kota, saat ini SLG juga menjadi sentra (pusat) ekonomi dan perdagangan baru (Central Business District) di Kabupaten Kediri, sehingga diharapkan dapat membuat perekonomian Kediri semakin bertambah maju.[1][5] Monumen Simpang Lima Gumul berlokasi di kawasan yang strategis dan dilengkapi dengan beragam sarana umum, seperti gedung pertemuan (convention hall), gedung serbaguna (multipupose), Bank daerah, terminal bus antar kota dan MPU (Mobil Penumpang Umum), pasar temporer (buka pada waktu-waktu tertentu) Sabtu-Minggu dan sarana rekreasi seperti wisata air Water Park Gumul Paradise Island

Secara fisik, monumen Simpang Lima Gumul memiliki luas bangunan 37 hektar secara keseluruhan, dengan luas bangunan 804 meter persegi dan tinggi mencapai 25 meter yang terdiri dari 6 lantai, serta ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar.[1][4] Angka luas dan tinggi monumen tersebut mencerminkan tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, yaitu 25 maret 804 Masehi.[1][4] Pembangunan monumen ini telah menghabiskan biaya lebih dari Rp 300 milyar.[3]

Di sisi monumen terpahat relief–relief yang menggambarkan tentang sejarah Kediri hingga kesenian dan kebudayaan yang ada saat ini.[1] Di salah satu sudut monumen terdapat sebuah arca (patung) Ganesha, salah satu dewa yang banyak dipuja oleh umat Hindu dengan gelar sebagai Dewa Pengetahuan dan Kecerdasan, Dewa Pelindung, Dewa Penolak Bala dan Dewa Kebijaksanaan.[3]

Di dalam bangunan monumen terdapat ruang-ruang untuk pertemuan di gedung utama dan ruang auditorium di lantai atas yang beratapkan mirip kubah (dome), ruang serba guna di ruang bawah tanah (basement), diorama di lantai atas, dan minimarket yang menjual berbagai souvenir di lantai bawah.[2] Bangunan ini juga memiliki tiga akses jalan bawah tanah untuk menuju monumen.[2]

Kawasan monumen ini tidak pernah sepi pengunjung di malam hari, karena di sekitar monumen banyak terdapat pedagang kaki lima yang berjejer di area Pasar Tugu.[1] Pada hari sabtu dan minggu pagi, kawasan ini juga ramai oleh pengunjung yang berolaraga lari pagi (jogging), pengunjung yang rekreasi, maupun pengunjung pasar Sabtu-Minggu di Tugu.[1] Pemerintah juga telah merencanakan akan membangun hotel, mall, pertokoan, pusat grosir, dan pusat produk – produk unggulan dan cenderamata di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul

Hotel Merdeka ini dulunya adalah Hotel Rich kepunyaan orang Belanda. Diperkirakan hotel tersebut didirikan pada tahun 1933. Pada masa kolonial hotel yang bergaya Indische Empire dengan dipadukan kondisi tropis setempat ini merupakan hotel yang diminati oleh para tamu yang hendak mengunjungi Kediri untuk urusan dagang dalam bidang perkebunan maupun pabrik gula. Mengingat kala itu Kediri berkembang pesat menjadi pusat pertanian, perkebunan, dan industri (gula). Hotel ini juga pernah menjadi tempat untuk menawan orang-orang Jepang di Kediri.

Museum Airlangga terletak di Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Awalnya museum ini bernama Museum Tirtoyoso karena berada di areal pemandian Tirtoyoso Kota Kediri yang berada di Jl. Ahmad yani dan bersebelahan dengan Stadion Brawijaya. Bangunan awal museum pada zaman Belanda ini sangat unik dengan gapuranya yang berhias kalamakara. Seiring berjalannya waktu kondisi museum benar-benar menyedihkan dan sangat rawan pencurian hingga pada akhirnya ada tukar guling lahan antara PT. Gudang Garam dengan Pemkot Kediri di dekat Goa Selomangleng.

Gereja Pohsarang didirikan atas inisiatif pribadi dari Romo Jan Wolters CM dengan bantuan arsitek terkenal Henri Maclaine Pont pada tahun 1936. Keindahan arsitektur Gereja Pohsarang melekat pada dua nama ini arsiteknya Ir Maclaine Pont dan pastornya Romo Jan Wolters CM. Ir. Henricus Maclaine Pont sangat pandai dalam membentuk keindahan bangunan Gereja yang mengukir kebudayaan Jawa sementara Romo Wolters sebagai inisiator memberi roh pengertian mendalam tentang makna sebuah bangunan Gereja dengan banyak simbolisme untuk katekese iman Katolik.

 

%d bloggers like this: