jasa arsitek serang

Jasa Arsitek Serang Banten Murah

Jasa Arsitek Murah Terbesar Dan Terpercaya –  Center Point Arsitek merupakan sebuah perusahaan dalam bidang arsitek. Kami menerima jasa desain rumah, jasa arsitek rumah murah, jasa gambar rumah, jasa bangun rumah ataupun renovasi rumah. Desain yang kami berikan selalu menarik, inovatif dan kreatif dengan hasil kerja yang rapi dan cepat. Kami siap untuk mewujudkan impian anda dengan berbagai pilihan gaya model yang anda inginkan. Kami menerima jasa arsitek untuk semua wilayah di Indonesia silahkan hubungi 082138863000

Kabupaten Serang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Ibukotanya adalah Ciruas namun saat ini pusat pemerintahanya masih berada di Kota Serang. Kabupaten ini berada di ujung barat laut Pulau Jawa, berbatasan dengan Laut Jawa, dan Kota Serang di utara, Kabupaten Tangerang di timur, Kabupaten Lebak di selatan, serta Kota Cilegon di barat.

Sejak zaman batu muda daerah Banten sudah ditempati oleh manusia. Hal ini dapat dilihat setelah ditemukannya berbagai bentuk perhiasan yang terbuat dari batu halus .Gelang, cincin, anting –anting dan sebagainya yang terbuat dari batu chalcedon ditemukan di pantai Tanara , Serang, Pandeglang dan Jasinga (Halwany,1981:23)

Demikian juga sisa kebudayaan megalitik tua (4500-2500 SM) seperti menhir di lereng Gunung Karang Pandeglang , dolmen dan patung-patung simbolis dari desa Sanghiyang Dengdek Menes , kubur tempayan di Anyer, kapak batu di Cigeulis ,batu bergores di Ciderasi desa Palanyar Cimanuk, dan sebagainya (Sukendar,1976:1-6).

Penggunaan alat-alat kebutuhan dari perunggu yang dikenal dengan kebudayaan Dong Son (500-300 SM) juga mempengaruhi penduduk Banten .Hal ini terlihat dengan ditemukannya beberapa kapak corong terbuat dari perunggu di daerah Pamarayan, Kopo, Pandeglang, Cikupa, Cipari dan Babakan Tangerang.

 

2. MASUKNYA ISLAM KE BANTEN

Islam adalah agama yang mula-mula tumbuh di jazirah Arab, tepatnya di kota mekkah. Disampaikan oleh seorang rosul yang bernama muhamad yang lahir pada tahun 570 M.

Semula agama ini hanya dipeluk oleh sekelompok kecil saja bahkan karena tekanan –tekanan dari pembesar negri, Muhamad dan pengikutnya pada tahun 622M hijrah (pindah) ke Madinah . Tapi tidak lama kemudian yakni tahun 630 M , kota Mekkah dapat dikuasainya bahkan seluruh jazirah Arab bernaung di bawah benderah Islam.
Muhamad wafat pada tahun 632 M. Penggantinya sebagai khalifah adalah sahabatnya Abubakar, kemudian Umar dan Ali bin Abi Thalib .

Pada masa kekhalifahan Abubakar Umar, terjadilah perluasan daerah kekuasaan negara Islam. Damsyik dikuasai pada tahun 629,Syam dan Irak pada tahun 637, Mesir
Terus sampai ke Maroko pada tahun 645. Demikian juga Persi (646), samarkand (680), dan seluruh Andalusia (719). Sehingga pada tahun 732, kekuasaan negara Islam telah membentang dari teluk Biskaya di sebelah Barat hingga ke Turkestan (Tiongkok) dan India. (Paradisastra,1981:8-9).

Sejalan dengan perkembangan daerah kekuasaan negara Islam, perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnyapun maju dengan pesat. Kapal –kapal dagang islam dari bangsa Arab dan Turki telah biasa berniang ke Afrika utara, India,Malaka sampai ke Cina demikian juga Eropa Sehingga dikataka bahwa pada abad 1X tidak ada kapal bangsa asing lain yang ada di jalur yang menghubungkan Eropa dan Cina selain pedagang yang beragama Islam ( Agus Salim,1962:10). Mereka itulah yang membawa barang dagangan dari daerah Timur (Asia) ke Barat (Eropa).

Jalur perajaran ke daerah Timur itu di sebutkan sebagai berikut:

Sesudah menyusuri pantai semenanjung India sampai ke Quilondi Malabar kemudian terus ke Ceylon. Dari sana terus keujung sumatra ( Aceh) dan dengan melalui Selat Malaka sampailah ke Palembang. Selanjutnya menyusuri pantai utara pulau jawa. Setelah singgah dibeberapa pelabuhan disana, mereka kembali lagi dengan melalui jalan yang sama sampai di Kamboja. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri pantai Cochinchina sampai ke pesisir negri Cina. ( Agus Salim, 1962: 10-23).
Disamping berdagang, merekapun aktif menyebarkan ajaran Islam kepada penduduk negri yang mereka singgahi sebagai kewajiban setiap muslim. Dengan cara demikian maka pada abad ke VII , sudah banyak penduduk negri cina yang beragama Islam (bukhari, 1971: 10). Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya Mesjid Chee Lin Se dan mesjid Kwang Tah Se di Kanton pada masa Dinasti Tang ( 618-905). (Tien Ying Ma,1979:29)

Demikian pula dengan kepulauan Nusantara.Pada abad V11 dan V111, agama Islam sudah banyak dianut oleh penduduk pribumi di Nusantara (Tjandrasasminta,1981:362). Untuk hal itu banyak didapat bukti-bukti sejarah yang tidak dapat diingkari (Ambary,1981:522).

Sejak masa Sriwijaya, Kediri,Daha, janggala dan Majapahit sudah ada kelompok-kelompok umat Islam terutama di negara pesisir. (Hasil Seminar Masuknya Islam ke Indonesia, 1963). Bahkan pada tahun 840, umat Isalam di Peureulak (Aceh) sudah dapat mendirikan satu kerajaan Islam dengan sayid maulana sebagai raja pertamanya (Ambary,1981:522).

Banten yang pada abad V sudah menjadi pelabuhan ramai yang dikunjungi oleh pedagang-pedagang internasional, tidaklah terlepas dari keadaan di atas. Pedagang-pedagang atau bahkan mubalig-mubalig dari Arab, Cina ataupun India dan Peureulak singgah di Banten dan mengajarkan agama rosul di sana. Walaupun belum didapatkan data arkeologis yang menunjang, tapi tidak mustahil di Banten pun kegiatan penyebaran Islam sudah dimulai sejak abad V11 atau V111 M, untuk hal ini perlu adanya penelitian yang lebih lanjut. Yang pasti, sewaktu Sunan Ampel Denta pertama datang ke Banten, sudah didapatinya banyak penduduk yang beragama Islam. (purwaka, tt:20). Demikian juga disana sudah berdiri satu masjid di Pecina dan kemudian diperbaiki oleh Syarif Hidayatungllah (Halwany,1984b:9).

Dalam “Purwaka Caruban Nagari” di ceritakan bahwa Syarif Hidayatullah beserta 98 orang muridnya dari cirebon , berusaha meng-islamkan penduduk di Banten Ilir. Dengan kebesaran dan ketekunan, banyaklah yang mengikuti jejak Syarif Hidayatullah. Bahkan bupati Banten dan sebagian besar rakyatnya memeluk agama Islam. Karena tertarikakan budipekerti dan ketinggian ilmunya, Syarif Hidayatullah dinikahkan dengan adik perempuan Bupati yang bernama Nhay Kawunganten. Dari pernikahan ini Syarif Hidayatullah dikaruniai dua anak yang diberinya nama pangeran Hasanuddin (pangeran sabakingkin) dan Ratu Winaon.

Karena panggilan uwaknya pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayatullah berangkat ke Cirebon. Di sana ia dingkat menjadi tumenggung yang memerintahdaerah Cirebon, menggantikan uwaknya yang sudah tua. Syarif Hidayatullah kemudian digelari Sunan jati. Ada pun tugas penyebaran islam di Banten di serahkan pada anaknya Pangeran Hasanudin. Dengan ketekunan dan kesungguhan dan kelembutan hati usaha Pangeran Hasanudin ini membuahkan hasil yang menakjubkan. Diceritakan bahwa di antara yang memeluk agama islam adalah 800 orang pertapa/ resi dengan sebagian besar pengikutnya. (Arnold, 1981:335). Sehingga di Banten telah terbentuk satu masyarakat Islam di anara penduduk pribumiyang masih memluk ajaran nenek moyang.

 

3. BANTEN MENJADI KESULTANAN

Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis.
Rempah-rempah merupakan barang yang sangat dibutuhkan orang Eropa untuk dijadikan bumbu, campuran minuman dan obat-obatan. Rempah-rempah itu mula-mula sampai ke pasaran Eropa melalui saudagar-saudagar Arab dan Timur Tengah. Saudagar-saudagar Portugis, spanyol dan Belanda merupakan pedagang perantara dalam dalam perdagangan rempah-rempah itu. Mereka mendapatkannya dari pelabuhan-pelabuhan di Timur Tengah yang kemudian mereka pasarkan di Eropa Barat (Ekajati,1984:25).

Tapi setelah Constantinopel ibu kota kerajaan Romawi jatuh ketangan kesultanan TurkiUsmani pada tanggal 29 mei 1453 ( Hamka, 1975 : 245 ), segalanya berubah . Paus ( pemimpin kaum katolik ) mengumumkan perang suci dengan umat Islam, yang kemudian dikenal dengan “Perang Salib”.
Dalam keadaan perang ini Paus meminta kepada seluruh umat katolik untuk membantu tentara yang sedang berperang untuk melawan tentara islam yang ada di Eropa. Emikian juga dalam bidang perdagangan mereka dilarang untuk berdagang dengan umat Islam, oleh karena itu pedagang –pedagang Portugis tidak mau lagi berhubungan dengan pedagang Arab.

Pada tanggal 5 agustus 1511 bangsa portugis dapat merebut Malaka dari kekusaan sultan Malaka Makhmudyah, demikian pula dengan Samudra Pasai pada tahun 1521 dan akhirnya Maluku.

Sikap dan tindakan bangsa Portugis di Malaka yang selalu memusuhi orang-orang Islam menimbulkan rasa benci dan permusuhan, karena kebanyakan pedagang Asia Tenggara beragama Islam maka mereka enggan singgah di Malaka, banyak pedagang Muslim yang tinggal di Malaka pindah Aceh, cirebon damak dan terakhir Banten.
Inilah asal mula berdirinya kesultanan Banten.

 

Serang sebagai salah satu dari enam kabupaten di Provinsi Banten yang terletak di ujung barat bagian utara Pulau Jawa dan sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa yang berjarak sekitar 70 km dari Jakarta sebagai ibukota Negara Republik Indonesia. Kabupaten Serang khususnya merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang memiliki obyek dan daya tarik wisata alam dan budaya yang beraneka ragam. Salah satu yang menarik dari serang adalah bangunan bersejarahnya berikut di antaranya

Masjid agung banten

Masjid agung banten dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati, sekitar tahun 1552-1570 M. Masjid ini memiliki halaman yang luas dengan taman yang dihiasi bunga-bunga flamboyan. Dan juga sebuah menara yang menjadi ciri khas masjid agung banten.

 

bangunan bersejarah serang

Masjid ini menjadi salah satu bangunan bersejarah perkembangan Islam di Provinsi Banten. Di bangun pada masa Sultan Maulana Hasanuddin, masjid ini masuk dalam kategori bangunan cagar budaya yang dilindungi. Inilah Masjid Agung Banten atau biasa disebut dengan Masjid Banten oleh masyarakat sekitar

Masjid yang terletak di Kecamatan Kasemen, daerah Banten Lama atau tepatnya 10 km arah utara dari Kota Serang ini dibangun antara tahun 1552-1570 saat Sultan Maulana Hasanuddin memerintah. Bangunan masjid ini memadukan unsur Jawa Kuno dan Tiongkok. Terlihat dari serambi yang lapang dan atap yang bertingkat. Uniknya atap di masjid ini memiliki 5 tingkatan dengan bentuk yang menyerupai tumpeng.

Konon terdapat dua versi yang menceritakan siapa arsitektur pembangunan masjid ini. Versi pertama menyebutkan, Masjid Agung Banten dibangun oleh arsitek keturunan Tiongkok yang bernama Tjek ban Tjut. Sedangkan versi lainnya menyebutkan, masjid ini diarsiteki oleh Raden Sepat yang berasal dari Demak.

Serambi utama masjid di hiasi dengan tiang-tiang penyangga yang secara keseluruhan berjumlah 24 buah. Sedangkan serambi di sisi kiri masjid terdapat kompleks makam sultan dan keluarga kerajaan. Makam Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa juga terdapat di dalam kawasan makam tersebut.

Bagian dalam masjid ini berbentuk bujur sangkar dengan tiang-tiang yang disebut saka guru sebagai penyangga. Tiang-tiang ini disangga dengan umpak yang terbuat dari batu andesit dan berbentuk motif buah labu. Tidak ketinggalan mimbar yang terbuat dari kayu bertangga marmer berada di paling depan.

Mimbar ini dahulu berfungsi sebagai tempat berdirinya khotib saat menyiarkan agama islam. Sedangkan di sisi depan dan samping dibatasi dengan pintu yang berjumlah 5 buah. Jumlah ini mengikuti rukun islam sebagai sumber acuan.

Masjid Banten memiliki menara yang terletak di sisi timur masjid. Dibatasi dengan kolam, menara ini memiliki ketinggian 24 meter dan berdiameter 10 meter. Dibangun oleh orang Belanda bernama Hendrik Lucaszoon Cardeel pada tahun 1629 atas perintah Sultan Haji, menara ini memiliki beberapa fungsi, antara lain, tempat bilal mengumandangkan adzan. Selain itu, pada masa peperangan menara ini digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan menara pengawas. Karena dari sini terlihat laut yang hanya berjarak 1,5 km dari masjid.

Sisi selatan masjid terdapat bangunan yang bernama Tiyamah. Bangunan ini digunakan sebagai tempat musyarawah juga berdiskusi tentang keagamaan khususnya agama islam.

Masjid Agung Banten merupakan bangunan kebanggan masyarakat Banten khususnya Kota Serang. Tiap harinya masjid ini selalu dikunjungi peziarah yang ingin berdoa dan ziarah ke makam-makam Raja Banten dan Keluarga. Masjid ini telah menjadi simbol wisata ziarah Banten khususnya di Kota Serang. [Riky/IndonesiaKaya]

Masjid terapung banten

Masjid terapung banten yang sedang dibangun di wilayah Anyer Kabupaten Serang, akan menjadi masjid terapung terbesar sedunia, dengan luas 17.000 meter persegi. Satana inadah tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti 300 kamar penginapan serta restoran khas makanan Banten. Dengan demikian, MTB diharapkan menjadi pusat acara religi.

Pembangunan masjid terapung Banten berlokasi di kawasan Pantai Anyer Kabupaten Serang ditargetkan selesai tiga tahun. “Kami optimistis pembangunan itu bisa direalisasikan tiga tahun ke depan,” kata Ketua Pembangunan Masjid Terapung Banten (MTB) Ahmad Taufik Nuriman di Serang, Senin (29/12).

Ia mengatakan, pembangunan MTB itu berlokasi di kawasan Pantai Anyer, tepatnya di Desa Kamsan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Tujuan pembangunan MTB itu untuk menjadikan masjid tersebut ikon wisata religi di Provinsi Banten, selain Masjid Agung Banten Lama.

Diperkirakan masjid terapung ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan domistik maupun mancanegara. Apalagi, lokasinya berada di kawasan Pantai Anyer yang kini banyak dikunjungi wisawatan. “Kami yakin dengan diintegrasikan dengan wisata pantai dan religi itu dapat mendatangkan wisawatan ke Provinsi Banten,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan MTB hanya dijadikan tempat salat berjamaah, seperti salat lima waktu, salat Jumat serta tarawih pada bulan Ramadhan. Pembangunan MTB itu terapung di atas laut pantai seluas satu hektare dan daratan seluas 1,9 hektare dengan biaya sekitar Rp100 miliar.

Selain itu juga dilengkapi fasilitas umum, seperti gedung pertemuan yang bisa disewakan untuk masyarakat, restoran, perpustakaan, wisma dan kios pertokoan. “Saya kira masyarakat yang ingin menikahkan anaknya bisa menyewa gedung pertemuan itu,” katanya.

Sekertaris Pembangunan MTB Rifat Saugi mengatakan saat ini dana pembangunan masjid terapung sudah mencapai Rp20 miliar. “Kami berharap pembangunan MTB tepat waktu yang ditargetkan tiga tahun sudah selesai,” katanya.

Sumber : Antara

Keraton kaibon

Keraton kaibon  terletak di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Keraton kaibon menjadi salah satu bangunan cagar budaya Provinsi Banten yang menyimpan cerita kejayaan Kerajaan Banten Lama. Dibangun pada tahun 1815, keraton ini menjadi keraton kedua di Banten setelah Keraton Surosowan. Berbeda dengan Keraton Surosowan, sebagai pusat pemerintahan, Keraton Kaibon dibangun sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah. Hal ini dikarenakan Sultan Syafiudin sebagai Sultan Banten ke 21 saat itu usianya masih 5 tahun

Kawasan Banten Lama di Kabupaten Serang banyak meninggalkan bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Salah satu bangunan yang masih tersisa adalah Keraton Kaibon yang terletak di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Keraton kaibon menjadi salah satu bangunan cagar budaya Provinsi Banten yang menyimpan cerita kejayaan Kerajaan Banten Lama.

Dibangun pada tahun 1815, keraton ini menjadi keraton kedua di Banten setelah Keraton Surosowan. Berbeda dengan Keraton Surosowan, sebagai pusat pemerintahan, Keraton Kaibon dibangun sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah. Hal ini dikarenakan Sultan Syafiudin sebagai Sultan Banten ke 21 saat itu usianya masih 5 tahun. Nama Kaibon sendiri dipastikan diambil dari kata keibuan yang memiliki arti bersifat seperti ibu yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.

Keraton Kaibon dibangun menghadap barat dengan kanal dibagian depannya. Kanal ini berfungsi sebagai media transportasi untuk menuju ke Keraton Surosowan yang letaknya berada di bagian utara.

Dibagian depan keraton dibatasi dengan gerbang yang memiliki 5 pintu. Arti angka lima ini mengikuti jumlah shalat dalam satu hari yang dilakukan umat muslim. Gerbang yang bergaya Jawa dan Bali ini memiliki ketinggian 2 meter dengan bentuk Candi Bentar sebagai motifnya. Gerbang ini disebut juga dengan sebutan gerbang bersayap. Pada satu gerbang terdapat pintu paduraksa yang menghubungkan bagian depan dengan ruang utama keraton.

Ruang Utama keraton ini tidak lain adalah kamar tidur Ratu Asiyah itu sendiri. Dibangun dengan menjorok ke tanah, kamar tidur Sang Ratu dilengkapi dengan teknologi pendingin ruangan. Ini bisa terlihat dari lubang yang terdapat dalam ruangan. Lubang tersebut dahulu dapat di isi air untuk memberikan efek sejuk pada isi dalam ruangan.

Keraton yang berdiri di tanah seluas mencapai 4 hektar ini, dibangun menggunakan batu bata yang terbuat dari pasir dan kapur. Walaupun telah hancur, beberapa reruntuhan di keraton ini masih terlihat pondasi dan pilar-pilar yang utuh.

Salah satu yang terlihat jelas adalah bangunan yang menyerupai masjid. Bangunan masjid ini berada di sisi kanan gerbang. Selain pilar yang masih utuh, di dalam bangunan tersebut juga terdapat mimbar yang berfungsi sebagai tempat berdirinya khotib.

Tahun 1832 Keraton Kaibon dihancurkan oleh pihak Belanda yang dipimpin oleh Gubernur VOC saat itu, Jendral Daen Dels. Penyerangan dilakukan karena Sultan Syaifudin menolak dengan keras permintaan sang jendral untuk meneruskan pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan. Bahkan utusan jendral yang bernama Du Puy dibunuh sultan hingga kepalanya dipenggal kemudian dikembalikan kepada jendral Daen Dels. Marah besar, jendral VOC tersebut menghancurkan keraton Kaibon hingga meninggalkan puing-puing yang tersisa saat ini.

Kini, puing reruntuhan Keraton Kaibon meninggalkan cerita tentang kejayaan Banten Lama. Walaupun hanya berupa reruntuhan dan pondasi-pondasi bangunan, tidak membuat pengunjung berhenti mengunjungi cagar budaya di Provinsi Banten ini. Selain ingin melihat kejayaan Banten tempo dulu, keraton ini juga sering dijadikan pengunjung dan pasangan muda untuk mengabadikan diri dengan latar belakang keraton yang klasik serta artistik. [Riky/IndonesiaKaya]

%d bloggers like this: