jasa arsitek surabaya

Jasa Arsitek Surabaya Murah

CENTER POINT ARSITEK melayani jasa lengkap desain, bangun rumah atau renovasi rumah yang dikhususkan bagi personal maupun corporate yang merencanakan proyek menginginkan ketepatan waktu, desain yang kreatif, hasil pekerjaan yang berkualitas dan dengan harga bersaing.
Layanan lengkap mulai dari nol hingga serah terima kunci yang didukung oleh tenaga- tenaga arsitek, tukang, dan tenaga sipil bangunan berpengalaman dan telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang rancang bangun.
Memberikan solusi kepada anda bukan hanya desain jasa arsitektur,bongkar rumah, renovasi rumah atau sketsa pelaksanaan proyek, tetapi juga kami memiliki solusi rumah yang dapat di hemat, dengan sistem pelaksanaan bangunan yang fleksibel sesuai budget keuangan kebutuhan anda.
Kreatif desain hasil pekerjaan cepat, rapi adalah komitmen kami untuk mewujudkan rumah impian anda.

 

bangunan bersejarah surabaya

 

Surabaya , adalah ibukota dari provinsi Indonesia Jawa Timur (Jatim). Ini adalah salah satu kota pelabuhan paling awal di Asia Tenggara. Pada abad ke-18 dan ke-19, Surabaya adalah kota terbesar di Hindia Belanda dan pusat perdagangan di negara ini, lebih besar dari Batavia (sekarang Jakarta). Itu adalah saingan dari Shanghai dan Hong Kong. [4] Hari ini, kota tetap salah satu pusat keuangan utama dari kepulauan Indonesia, mungkin 2 hanya untuk Jakarta dan Tanjung Perak Harbour 2 pelabuhan tersibuk di Indonesia. Terletak di pulau timur laut Jawa dan sepanjang tepi Selat Madura, adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Dalam sensus 2010, kota ini memiliki lebih dari 2,8 juta penduduk, sekitar 6 juta metropolitan, dan area metropolitan besar, “dikenal sebagai Gerbangkertosusila dengan lebih dari 9 juta penduduk.

Surabaya (Suroboyo) secara lokal dianggap berasal namanya dari kata “suro” (hiu) dan “Boyo” (buaya), dua makhluk dalam mitos lokal, saling berperang untuk judul “terkuat dan paling kuat hewan “dekatnya. Dikatakan bahwa dua binatang yang kuat telah sepakat untuk mendirikan sebuah gencatan senjata dan perbatasan; Domain dari hiu di laut akan menjadi saat domain akan menjadi buaya di darat. Tapi satu hari hiu mengayunkan ke muara untuk berburu, ini membuat buaya marah, yang menyatakan wilayahnya. Shark diklaim sungai adalah lahan basah, yang berarti itu adalah daerah hiu, sedangkan buaya berpendapat bahwa sungai itu dalam pedalaman, sehingga oleh karena itu adalah daerah buaya. Sebuah pertempuran brutal resume sebagai dua hewan saling memukul bersama-sama. Akhirnya hiu buruk digigit dan melarikan diri ke laut terbuka, dan buaya akhirnya memutuskan daerah muara yang saat ini kota.

Sumber lain mengacu pada ramalan Jayabaya – Raja psikis abad ke-12 dari Kerajaan Kadiri – seperti itu adalah pertempuran antara hiu putih raksasa dan tempat buaya taking putih raksasa di daerah, yang kadang-kadang ditafsirkan sebagai prediksi Mongol invasi Jawa, konflik besar antara pasukan Kublai Khan, Mongol penguasa China, dan Majadahit Raden Wijaya di 1293. [6] dua hewan yang sekarang digunakan sebagai simbol kota, dengan dua wajah dan sekitar satu sama lain, seperti yang ditunjukkan dalam patung, yang terletak di sekitar pintu masuk kebun binatang kota.

derivasi alternatif berkembang biak: orang Jawa “sura ing baya”, yang berarti “bahaya berani” [6] atau penggunaan ‘surya’ untuk merujuk pada matahari. Beberapa orang menganggap ramalan Jayabaya ketika datang ke perang besar cerita lain antara warga Surabaya dan penyerbu asing pada awal perang kemerdekaan pada tahun 1945, menceritakan tentang dua pahlawan yang telah berjuang satu sama lain untuk menjadi raja dari kota. Kedua pahlawan disebut Sura dan Baya. volksmigologieën ini, yang antusias oleh rakyatnya dan pemimpin kota yang diverifikasi.

Kota Surabaya adalah ibu kota provinsi Jawa Timur sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Sebagai kota pahlawan surabaya meninggalkan banyak bangunan bersejarah di antaranya :

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Tinggi monumen ini adalah 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya di mana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.

Gedung Siola didirikan tahun 1877 oleh seorang pemodal asing asal Inggris, Robert Laidlaw (1856-1935).Sejak berdiri bangunan ini menjadi pertokoan pertama dan terbesar di Hindia Belanda. Jauh sebelum toko NAM lahir tahun 1900-an. Pengusaha Inggris itu membeli sebidang tanah di pojok jalan Jl Tunjungan dan Gentengkali. Kala itu Tunjungan masih berada di bagian selatan kota. Namun paska pembongkaran tembok benteng kota 1880, Tunjungan berkembang pesat, menjadi sentra perdagangan baru di selatan. Laidlaw tidak salah dia mendirikan sebuah pusat perkulakan terkenal yang saat itu bernama nama Whiteaway Laidlaw & Co.

Hotel Majapahit adalah sebuah hotel mewah bersejarah di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur. Dahulunya bernama LMS, lalu Hotel Oranje dan kemudian Hotel Yamato dan juga Hotel Hoteru. Saat ini hotel Majapahit yang dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia tersebut sudah berubah menjadi hotel mewah bintang lima dengan total 143 kamar di lantai satu dan dua. Hotel ini sempat dikelola oleh Mandarin Oriental Hotel Group sejak 1993 hingga 2006. Pada tahun 2006 hotel ini diakuisisi oleh PT Sekman Wisata. Sebagian besar bangunan asli hotel ini masih dapat dilihat hingga saat ini, meskipun beberapa bangunan luar dan beberapa unsur interiornya telah direnovasi.

Salah satu momen perjuangan di hotel ini terjadi pada 19 September 1945, yakni Insiden Bendera. Peristiwa bermula ketika sekelompok orang Belanda yang dipimpin Mr. Pluegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru di puncak sebelah kanan hotel. Para pejuang Indonesia melakukan perobekan warna biru pada bendera Belanda, yang berwarna merah, putih dan biru, dengan demikian bendera itu menjadi merah putih yaitu bendera Republik Indonesia. Insiden bendera itu juga mengakibatkan terbunuhnya Mr. Pluegman.

Masjid Nasional Al Akbar  atau biasa disebut Masjid Agung Surabaya ialah masjid terbesar kedua di Indonesia yang berlokasi di Kota Surabaya setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Posisi masjid ini berada di samping Jalan Tol Surabaya-Porong. Ciri yang mudah dilihat adalah kubahnya yang besar didampingi 4 kubah kecil yang berwarna biru. Serta memiliki satu menara yang tingginya 99 meter. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dibangun sejak tanggal 4 Agustus 1995 atas gagasan Wali Kota Surabaya saat itu H. Soenarto Soemoprawiro. Pembangunan Masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Namun karena krisis moneter pembangunannya dihentikan sementara waktu. Tahun 1999 masjid ini dibangun lagi dan selesai tahun 2001. Pada 10 November 2000 masjid ini diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid.Ciri ari masjid raksasa ini adalah pintu masuk ke dalam ruangan masjid tinggi dan besar dan mihrabnya adalah mihrab masjid terbesar di Indonesia.

%d bloggers like this: