UA-97324390-2 Jasa Desain Rumah di Magelang Jawa Tengah Professional dan Murah
Jasa desain rumah Magelang Professional

Jasa desain rumah Magelang Professional

jasa arsitek magelang


Jasa Desain Rumah di Magelang Jawa Tengah Professional dan Murah
Info Profil Provinsi Jawa Tengah

Info dan Profil Jawa Tengah. Jawa Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Ibu kotanya adalah Semarang. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa.

Nama Resmi : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Hari jadi : 15 Agustus 1950
Ibukota : Semarang
Luas Wilayah : 32.800,69 Km2 *)
Jumlah Penduduk : 34.897.757 jiwa *)
Suku Bangsa : Jawa
Administrasi : 29 Kabupaten, 6 Kota, 573 Kecamatan, 750 Kelurahan, 7809 Desa *)
Lagu Daerah : Gambang Suling, Suwe Ora Jamu, Gundul Pacul, Lir Ilir
Website : http://www.jatengprov.go.id
*) Sumber : Permendagri Nomor 39 Tahun 2015

Sejarah Jawa Tengah

Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.
Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang. Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.
Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.
Sejak abad VII, banyak terdapat pemerintahan kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah (Central Java), yaitu: Kerajaan Budha Kalingga, Jepara yang diperintah oleh Ratu Sima pada tahun 674. Menurut naskah/prasasti Canggah tahun 732, kerajaan Hindu lahir di Medang Kamulan, Jawa Tengah dengan nama Raja Sanjaya atau Rakai Mataram. Dibawah pemerintahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, ia membangun Candi Rorojonggrang atau Candi Prambanan. Kerajaan Mataram Budha yang juga lahir di Jawa Tengah selama era pemerintahan Dinasti Syailendra, mereka membangun candi-candi seperi Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Kalasan dll.
Sejak abad VII, banyak terdapat pemerintahan kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah (Central Java), yaitu: Kerajaan Budha Kalingga, Jepara yang diperintah oleh Ratu Sima pada tahun 674. Menurut naskah/prasasti Canggah tahun 732, kerajaan Hindu lahir di Medang Kamulan, Jawa Tengah dengan nama Raja Sanjaya atau Rakai Mataram. Dibawah pemerintahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, ia membangun Candi Rorojonggrang atau Candi Prambanan. Kerajaan Mataram Budha yang juga lahir di Jawa Tengah selama era pemerintahan Dinasti Syailendra, mereka membangun candi-candi seperi Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Kalasan dll. Pada abad 16 setelah runtuhnya kerajaan Majapahit Hindu, kerajaan Islam muncul di Demak, sejak itulah Agama Islam disebarkan di Jawa Tengah. Setelah kerajaan Demak runtuh, Djoko Tingkir anak menantu Raja Demak (Sultan Trenggono) memindahkan kerajaan Demak ke Pajang (dekat Solo). Dan menyatakan diri sebagai Raja Kerajaan Pajang dan bergelar Sultan Adiwijaya. Selama pemerintahannya terjadi kerusuhan dan pemberontakan. Perang yang paling besar adalah antara Sultan Adiwijaya melawan Aryo Penangsang. Sultan Adiwijaya menugaskan Danang Sutowijaya untuk menumpas pemberontakan Aryo Penangsang dan berhasil membunuh Aryo Penangsang. Dikarenakan jasanya yang besar kepada Kerajaan Pajang, Sultan Adiwijaya memberikan hadiah tanah Mataram kepada Sutowijaya. Setelah Pajang runtuh ia menjadi Raja Mataram Islam pertama di Jawa Tengah dan bergelar Panembahan Senopati. Di pertengahan abad 16 bangsa Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dalam usaha mencari rempah-rempah yang akan diperdagangkan di Eropa. Pada saat yang sama, bangsa Inggris dan kemudian bangsa Belanda datang ke Indonesia juga. Dengan VOC-nya bangsa Belanda menindas bangsa Indonesia termasuk rakyat Jawa Tengah baik dibidang politik maupun ekonomi. Di awal abad 18 Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Pakubuwono II, setelah beliau wafat muncul perselisihan diantara keluarga raja yang ingin memilih/menunjuk raja baru. Perselisihan bertambah keruh setelah adanya campur tangan pemerintah Kolonial Belanda pada perselisihan keluarga raja tersebut. Pertikaian ini akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Gianti tahun 1755. Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua kerajaan yang lebih kecil yaitu Surakarta Hadiningrat atau Kraton Kasunanan di Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Kasultanan di Yogyakarta. Sampai sekarang daerah Jawa Tengah secara administratif merupakan sebuah propinsi yang ditetapkan dengan Undang-undang No. 10/1950 tanggal 4 Juli 1950. Jawa Tengah sebagai salah satu Propinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua Propinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Letaknya 5o40′ dan 8o30′ Lintang Selatan dan antara 108o30′ dan 111o30′ Bujur Timur (termasuk Pulau Karimunjawa). Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 Km dan dari Utara ke Selatan 226 Km (tidak termasuk pulau Karimunjawa). Secara administratif Propinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 Kabupaten dan 6 Kota. Luas Wilayah Jawa Tengah sebesar 3,25 juta hektar atau sekitar 25,04 persen dari luas pulau Jawa (1,70 persen luas Indonesia). Luas yang ada terdiri dari 1,00 juta hektar (30,80 persen) lahan sawah dan 2,25 juta hektar (69,20 persen) bukan lahan sawah. Menurut penggunaannya, luas lahan sawah terbesar berpengairan teknis (38,26 persen), selainnya berpengairan setengah teknis, tadah hujan dan lain-lain. Dengan teknik irigasi yang baik, potensi lahan sawah yang dapat ditanami padi lebih dari dua kali sebesar 69,56 persen. Berikutnya lahan kering yang dipakai untuk tegalan/kebun/ladang/huma sebesar 34,36 persen dari total bukan lahan sawah. Persentase tersebut merupakan yang terbesar, dibandingkan presentase penggunaan bukan lahan sawah yang lain. Menurut Stasiun Klimatologi Klas 1 Semarang, suhu udara rata-rata di Jawa Tengah berkisar antara 18oC sampai 28oC. Tempat-tempat yang letaknya dekat pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif tinggi. Sementara itu, suhu rata-rata tanah berumput (kedalaman 5 Cm), berkisar antara 17oC sampai 35oC. Rata-rata suhu air berkisar antara 21oC sampai 28oC. Sedangkan untuk kelembaban udara rata-rata bervariasi, dari 73 persen samapai 94 persen. Curah hujan terbanyak terdapat di Stasiun Meteorologi Pertanian khusus batas Salatiga sebanyak 3.990 mm, dengan hari hujan 195 hari;”>Pada abad 16 setelah runtuhnya kerajaan Majapahit Hindu, kerajaan Islam muncul di Demak, sejak itulah Agama Islam disebarkan di Jawa Tengah. Setelah kerajaan Demak runtuh, Djoko Tingkir anak menantu Raja Demak (Sultan Trenggono) memindahkan kerajaan Demak ke Pajang (dekat Solo). Dan menyatakan diri sebagai Raja Kerajaan Pajang dan bergelar Sultan Adiwijaya. Selama pemerintahannya terjadi kerusuhan dan pemberontakan. Perang yang paling besar adalah antara Sultan Adiwijaya melawan Aryo Penangsang. Sultan Adiwijaya menugaskan Danang Sutowijaya untuk menumpas pemberontakan Aryo Penangsang dan berhasil membunuh Aryo Penangsang. Dikarenakan jasanya yang besar kepada Kerajaan Pajang, Sultan Adiwijaya memberikan hadiah tanah Mataram kepada Sutowijaya. Setelah Pajang runtuh ia menjadi Raja Mataram Islam pertama di Jawa Tengah dan bergelar Panembahan Senopati.
Di pertengahan abad 16 bangsa Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dalam usaha mencari rempah-rempah yang akan diperdagangkan di Eropa. Pada saat yang sama, bangsa Inggris dan kemudian bangsa Belanda datang ke Indonesia juga. Dengan VOC-nya bangsa Belanda menindas bangsa Indonesia termasuk rakyat Jawa Tengah baik dibidang politik maupun ekonomi.
Di awal abad 18 Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Pakubuwono II, setelah beliau wafat muncul perselisihan diantara keluarga raja yang ingin memilih/menunjuk raja baru. Perselisihan bertambah keruh setelah adanya campur tangan pemerintah Kolonial Belanda pada perselisihan keluarga raja tersebut. Pertikaian ini akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Gianti tahun 1755. Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua kerajaan yang lebih kecil yaitu Surakarta Hadiningrat atau Kraton Kasunanan di Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Kasultanan di Yogyakarta.
Sampai sekarang daerah Jawa Tengah secara administratif merupakan sebuah propinsi yang ditetapkan dengan Undang-undang No. 10/1950 tanggal 4 Juli 1950.

Jawa Tengah sebagai salah satu Propinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua Propinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Letaknya 5o40′ dan 8o30′ Lintang Selatan dan antara 108o30′ dan 111o30′ Bujur Timur (termasuk Pulau Karimunjawa). Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 Km dan dari Utara ke Selatan 226 Km (tidak termasuk pulau Karimunjawa).
Secara administratif Propinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 Kabupaten dan 6 Kota. Luas Wilayah Jawa Tengah sebesar 3,25 juta hektar atau sekitar 25,04 persen dari luas pulau Jawa (1,70 persen luas Indonesia). Luas yang ada terdiri dari 1,00 juta hektar (30,80 persen) lahan sawah dan 2,25 juta hektar (69,20 persen) bukan lahan sawah.
Menurut penggunaannya, luas lahan sawah terbesar berpengairan teknis (38,26 persen), selainnya berpengairan setengah teknis, tadah hujan dan lain-lain. Dengan teknik irigasi yang baik, potensi lahan sawah yang dapat ditanami padi lebih dari dua kali sebesar 69,56 persen.
Berikutnya lahan kering yang dipakai untuk tegalan/kebun/ladang/huma sebesar 34,36 persen dari total bukan lahan sawah. Persentase tersebut merupakan yang terbesar, dibandingkan presentase penggunaan bukan lahan sawah yang lain.
Menurut Stasiun Klimatologi Klas 1 Semarang, suhu udara rata-rata di Jawa Tengah berkisar antara 18oC sampai 28oC. Tempat-tempat yang letaknya dekat pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif tinggi. Sementara itu, suhu rata-rata tanah berumput (kedalaman 5 Cm), berkisar antara 17oC sampai 35oC. Rata-rata suhu air berkisar antara 21oC sampai 28oC. Sedangkan untuk kelembaban udara rata-rata bervariasi, dari 73 persen samapai 94 persen. Curah hujan terbanyak terdapat di Stasiun Meteorologi Pertanian khusus batas Salatiga sebanyak 3.990 mm, dengan hari hujan 195 hari.
Lambang Daerah
Bentuk Kundi Amarta yang berbentuk dasar segi limamelambangkan dasar falsafah Negara yakni Pancasila.
Laut bergelombang melambangkan kehidupan masyarakat di Jawa Tengah.
Candi Borobudur melambangkan Daya Cipta yang besar Tradisi yang baik dan Nilai-nilai Kebudayaan yang khas dari Rakyat Jawa Tengah.
Gunung Kembar mempunyai arti idiil bersatunya rakyat dan Pemerintah Daerah.
Perpaduan antara Laut dan Gunung Kembar dengan latar belakangnya yang hijau menggambarkan keadaan alamiah Daerah Jawa Tengah dengan bermacam-macam kekayaan alamnya sebagai kehidupan dan penghidupan Rakyat Jawa Tengah.
Bambu Runcing melambangkan Kepahlawanan dan Keksatriaan Rakyat Jawa Tengah.
Bintang bersudut Lima berwarna kuning emas yang disebut juga “Nur Cahaya”melambangkan kepercayaan Ketuhanan Yang Maha Esa dari Rakyat Jawa Tengah.
Padi dan Kapas melambangkan Kemakmuran Rakyat JawaTengah.
Umbul-umbul Merah Putih melambangkan Daerah Jawa Tengah sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perpaduan antara Bintang, Padi dan Kapas melambangkan hari depan Rakyat Jawa Tengah menuju ke Masyarakat Adil dan Makmur yang diridloi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Perpaduan antara Bulir Padi yang berbiji 17, Bambu Runcing yang beruas 8 serta Ranting Kapas yang berdaun 4 dan berbuah 5 merupakan rangkaian angka-angka yang mewujudkan saat yang bersejarah serta keramat “17 Agustus 1945” yang wajib kita agungkan.
Penduduk
Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah adalah 39.298.765 jiwa terdiri atas 19.281.140 laki-laki dan 19.989.547 perempuan. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (2,342 juta jiwa), Kabupaten Cilacap (2,227 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,953 juta jiwa).
Sebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di pusat-pusat kota, baik kabupaten ataupun kota. Kawasan permukiman yang cukup padat berada di daerah Semarang Raya (termasuk Ungaran dan sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kendal), daerah Salatiga Raya ( termasuk wilayah Ambarawa, Bringin, Kopeng, Tengaran dan Suruh), Solo Raya (termasuk sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali), serta Tegal-Brebes-Slawi.
Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,67% per tahun. Pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Kabupaten Demak (1,5% per tahun), sedang yang terendah adalah Kota Pekalongan (0,09% per tahun). Dari jumlah penduduk ini, 47% di antaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencaharian paling banyak adalah di sektor pertanian (42,34%), diikuti dengan perdagangan (20,91%), industri (15,71%), dan jasa (10,98%).
Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini.
Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa, dan banyak di antara mereka yang menggunakan Bahasa Jawa dengan logat yang kental sehari-harinya. Pengaruh kental bisa kita rasakan saat berada di kota Semarang serta kota Lasem yang berada di ujung timur laut Jawa Tengah, bahkan Lasem dijuluki Le Petit Chinois atau Kota Tiongkok Kecil.

PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN KEMISKINAN

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk disuatu daerah tertinggal merupakan suatu permasalahan yang tidak dapat terelakan lagi bagi kelangsungan hidup masyarakat yang mendiami daerah tertinggal tersebut. Sifat manusia yang terus tumbuh dari hari kehari, bulan ke bulan dari tahun ke tahun yang terus berkembang biak menjadi alasan utama dalam memicu peningkatan pertambahan suatu penduduk disuatu daerah tersebut. Faktor penting yang mempengaruhi pesatnya pertumbuhan penduduk disuatu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor fertilitas (kelahiran), kematian (mortalitas), perpindahan (migrasi).
Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025 (Tabel 3.1). Walaupun demikian, pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan terus menurun. Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan 0,92 persen per tahun. Turunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian, namun penurunan karena kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian. Crude Birth Rate (CBR) turun dari sekitar 21 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi 15 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksi, sedangkan Crude Death Rate (CDR) tetap sebesar 7 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama.
Salah satu ciri penduduk Indonesia adalah persebaran antar pulau dan provinsi yang tidak merata. Sejak tahun 1930, sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa, padahal luas pulau itu kurang dari tujuh persen dari luas total wilayah daratan Indonesia. Namun secara perlahan persentase penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa terus menurun dari sekitar 59,1 persen pada tahun 2000 menjadi 55,4 persen pada tahun 2025. Sebaliknya persentase penduduk yang tinggal di pulau pulau lain meningkat seperti, Pulau Sumatera naik dari 20,7 persen menjadi 22,7 persen, Kalimantan naik dari 5,5 persen menjadi 6,5 persen pada periode yang sama. Selain pertumbuhan alami di pulau-pulau tersebut memang lebih tinggi dari pertumbuhan alami di Jawa, faktor arus perpindahan yang mulai menyebar ke pulau-pulau tersebut juga menentukan distribusi penduduk.1
Sumber: http://www.datastatistik-indonesia.com/
Meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk juga menimbulkan permasalahan tersendiri bagi diberbagai daerah masing-masing provinsi. Permasalahan tersebut menjadi tambah pelik ketika petambahan laju penduduk sudah mulai merambah kedalam beberapa aspek kehidupan bermasyarakat, misalnya dalam aspek sosial yang meninggalkan masalah tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan yang relatif rendah. Aspek lingkungan yang menjadi tidak tertata dengan baik yang diakibatkan kesaadaran akan hal-hal ketertiban, kedisiplinan, pengelolaan kebersihan yang tidak tercipta dengan baik, lokasinya yang terisolasi, disamping itu seringnya suatu daerah mengalami konflik sosial bencana alam seperti gempa bumi, kekeringan dan banjir, dan dapat menyebabkan terganggunya kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi. Permasalahan yang sangat pelik tentunya berkaitan dengan aspek kemiskinan yang terjadi pada provinsi Jawa Tengah yang berkaitan dengan pertambahan penduduk yang difokuskan pada daerah Wonosobo. Pengertian mengenai arti dari kemiskinan sangatlah beragam, keberagaman dalam definisi kemiskinan dikarenakan masalah tersebut telah merambat pada level multidimensional, artinya kemiskinan berkaitan satu sama lain dengan berbagai macam dimensi kebutuhan manusia. Ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup minimum yang sesuai dengan tingkat kelayakan hidup dapat dikatakan sebagai kemiskinan (Todaro, 2006).

Kondisi Kemiskinan Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi terpadat di Indonesia dengan jumlah penduduk pada tahun 2006 mencapai 33,18 juta jiwa. Sedangkan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 8.844.220 KK, dimana 2.171.201 KK diantaranya termasuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) (Bappeda Jateng, 2009). Pada 2006 jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebesar 7,10 juta jiwa atau 22,19% dari total penduduk. Dibandingkan tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin bertambah sekitar 1,6%. Dari jumlah ini beberapa kabupaten berkontribusi besar dalam tingkat kemiskinan ini antara lain Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Brebes. Kemudian pada tahun 2007 persentase penduduk miskin di Jawa Tengah mengalami penurunan sebesar 1,76% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 dan 2009 persentase penduduk miskin mengalami penurunan secara bertahap sehingga berada pada tingkat 19,23% dan 17,72%. Sedangkan pada tahun 2010 persentase kemiskinan kembali turun ke tingkat 16,56% (BPS Jawa Tengah, 2010). Penduduk daerah perdesaan lebih banyak yang dikategorikan kedalam penduduk miskin daripada penduduk di daerah perkotaan, sebagaimana yang terlihat pada Tabel 1. Pada Tabel 1 juga memperlihatkan bahwa indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan.
Perkembangan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 2008-2013, secara absolut terjadi penurunan sekitar 1.456,65 ribu jiwa. Jumlah penduduk miskin tahun 2013 (Maret) 4.733 ribu jiwa. Seperti halnya dengan kondisi tingkat kemiskinan dari tahun 2008-2013 mengalami penurunan dan hingga akhir tahun 2013 persentase kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 14,56 persen, kondisi kemiskinan Provinsi Jawa Tengah masih tergolong tinggi dibandingkan terhadap rata-rata kemiskinan nasional (11,37%)
Penyebaran penduduk miskin tahun 2011 di Provinsi Jawa Tengah terbesar di Kabupaten Brebes yaitu sebanyak 394,40 ribu jiwa dan Banyumas sebanyak 328,50 ribu jiwa, dan terendah di Kota Magelang sebesar 13,10 ribu jiwa. Sementara penyebaran persentase kemiskinan tertinggi terdapat di Kabupaten Wonosobo sebesar 24,21% dan tingkat kemiskinan terendah di Kota Semarang sebesar 5,68%.
Penanggulangan Kemiskinan
Usaha pemerintah dalam penanggulangan masalah kemiskinan sangatlah serius, bahkan merupakan salah satu program prioritas, termasuk bagi pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut Bappeda Jateng (2007), upaya penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah dilaksanakan melalui lima pilar yang disebut “Grand Strategy”. Pertama, perluasan kesempatan kerja, ditujukan untuk menciptakan kondisi dan lingkungan ekonomi, politik, dan sosial yang memungkinkan masyarakat miskin dapat memperoleh kesempatan dalam pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan. Kedua, pemberdayaan masyarakat, dilakukan untuk mempercepat kelembagaan sosial, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat dan memperluas partisipasi masyarakat miskin dalam 3 pengambilan keputusan kebijakan publik yang menjamin kehormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak dasar. Ketiga, peningkatan kapasitas, dilakukan untuk pengembangan kemampuan dasar dan kemampuan berusaha masyarakat miskin agar dapat memanfaatkan perkembangan lingkungan. Keempat, perlindungan sosial, dilakukan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi kelompok rentan dan masyarakat miskin baik laki-laki maupun perempuan yang disebabkan antara lain oleh bencana alam, dampak negatif krisis ekonomi, dan konflik sosial. Kelima, kemitraan regional, dilakukan untuk pengembangan dan menata ulang hubungan dan kerjasama lokal, regional, nasional, dan internasional guna mendukung pelaksanaan ke empat strategi diatas.
Opini
Masalah mengenai tentang pertumbuhan dan kemiskinan merupakan momok masalah yang besar di semua banyak negara, termasuk negara Indonesia sebagai negara berkembang,sehingga susah untuk memecahkan permasalahan tersebut dari mana yang harus dipecahkan.Sebagai negara yang memiliki penduduk yang sangat pesatyang diakibatkan dari faktor fertilitas (kelahiran) yang tidak sesuai dengan faktor kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi) dari satu pulau ke pulau lainnya, mengakibatkan masyarakat mengalami kemiskinan yang menjamur karena tidak sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Untuk mengatasi tersebut pemerintah sudah menggalangkan suatu program yaitu keluarga berencana atau KB untuk menekan faktor kelahiran supaya tidak terlalu banyak, namun untuk masalah kemiskinan agak terlalu susah karena membuka lapangan kerja juga belum tentu masyarakat yang tidak memiliki keahlian tertentu akan terlalu susah untuk bekerja apalagi diperusahaan besar.
Kebudayaan
Jawa Tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembag disini karena di Jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah. Mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunyai corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiri selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah dia kaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursari ada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa.
Pakaian resmi adat Jawa Tengah bernama Jawi Jangkep dan Kebaya. Jawi jangkep adalah pakaian pria yang terdiri atas beberapa kelengkapan dan umumnya digunakan untuk keperluan adat. Jawi jangkep terdiri dari atasan berupa baju beskap dengan motif bunga, bawahan berupa kain jarik yang dililitkan di pinggang, destar berupa blangkon, serta aksesoris lainnya berupa keris dan cemila (alas kaki). Sementara kebaya adalah pakaian adat wanita Jawa yang terdiri dari atasan berupa kebaya, kemben, stagen, kain tapih pinjung, konde, serta beragam aksesoris seperti cincin, subang, kalung, gelang, serta kipas.
Rencana Umum Penanaman Modal
PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 52 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA UMUM PENANAMAN MODAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012 – 2025
Pada akhir periode pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Jawa Tengah 2005 – 2025, tingkat kesejahteraan penduduk di Jawa Tengah diharapkan telah mencapai tingkat yang setara dengan kesejahteraan penduduk di provinsi-provinsi yang maju di Pulau Jawa. Untuk mencapai tingkat kesejahteraan tersebut, maka pendapatan per kapita penduduk di Jawa Tengah harus tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan per kapita di provinsi lain yang lebih maju di pulau Jawa. Oleh karena itu diperlukan penanaman modal yang lebih besar, lebih efisien, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah serta mampu mendorong terciptanya lapangan kerja yang semakin luas, baik antar sektor maupun antar wilayah untuk dapat mempercepat pengurangan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah.
Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator utama meski bukan satu-satunya cara untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. Oleh karena itu, sudah menjadi jamak jika kebijakan ekonomi pemerintah diarahkan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan untuk menjaga kecenderungan pertumbuhan ekonomi yang positif serta meningkat dari tahun ke tahun.
Meskipun sebagai indikator utama yang mencerminkan kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah, angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi tidak berarti ketika laju pertumbuhan penduduk juga tinggi. Jika tingkat pertumbuhan penduduk lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan ekonomi, seberapapun tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi tidak terlalu berarti bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat (pendapatan per kapita tidak meningkat).

Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari pertumbuhan penduduk juga menciptakan pengangguran, karena pertumbuhan ekonomi tidak cukup tinggi untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi jumlah penduduk yang terus tumbuh. Pada akhirnya, ini menciptakan masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang rendah atau miskin. Problem pengangguran dan kemiskinan dalam suatu perekonomian biasanya juga akan dibarengi dengan problem ketimpangan yang muncul akibat distribusi ekonomi yang tidak merata.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2001-2010 mengalami tren meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,01 %. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 5,59 % dan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2002, yakni 3,55 %. Sektor yang memiliki rata-rata pertumbuhan tertinggi ádalah sektor bangunan (konstruksi) dengan pertumbuhan 7,69 % per tahun. Sektor lain yang memiliki rata-rata pertumbuhan relatif tinggi adalah sektor jasa sebesar 6,77 %, sektor pertambangan dan galian sebesar 6,69 %, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 6,59 %. Sementara itu, sektor pertanian Jawa Tengah hanya tumbuh rata-rata sebesar 2,98 % per tahun.
Guna mendorong pertumbuhan semakin cepat, dan kesempatan berusaha yang semakin luas, diperlukan berbagai kemudahan usaha yang semakin baik, kemudahan untuk menjangkau permodalan dan pasar yang semakin luas bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk mencapai kondisi ideal pada tahun 2025, kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ditempuh melalui strategi pertumbuhan yang semakin berkualitas.
Kebijakan penanaman modal daerah harus diarahkan untuk menciptakan perekonomian daerah yang memiliki daya saing yang tinggi dan berkelanjutan. Dalam upaya memajukan daya saing perekonomian daerah secara berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan iklim penanaman modal yang kondusif dengan terus mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi yang bisa mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.
Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan arah perencanaan penanaman modal yang jelas dalam jangka panjang yang termuat dalam sebuah dokumen Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi. Hal tersebut sesuai dengan pasal 4 ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal yang menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi menyusun Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi yang mengacu pada RUPM dan prioritas pengembangan potensi provinsi serta ketentuan Pasal 5 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2010 tentang Penanaman Modal di Provinsi Jawa Tengah, yang menyatakan bahwa Pemerintah Daerah berwenang menetapkan kebijakan penanaman modal dalam bentuk Rencana Umum Penanaman Modal Daerah.
Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi (RUPMP) merupakan dokumen perencanaan yang bersifat jangka panjang sampai dengan tahun 2025. RUPMP berfungsi untuk mensinergikan dan mengoperasionalisasikan seluruh kepentingan sektoral terkait, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penetapan prioritas sektor-sektor yang akan diprioritaskan persebaran pengembangan penanaman modalnya di Provinsi Jawa Tengah.
Untuk mendukung pelaksanaan RUPMP guna mendorong peningkatan penanaman modal yang berkelanjutan, diperlukan kelembagaan yang kuat, baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, visi yang sama dari seluruh pemangku kepentingan di bidang penanaman modal merupakan suatu keharusan, khususnya terkait dengan pembagian kewenangan, pendelegasian kewenangan, dan koordinasi dari masing-masing pihak.
Bercermin dari kondisi saat ini, kecenderungan pemusatan kegiatan penanaman modal di beberapa lokasi, menjadi tantangan dalam mendorong upaya peningkatan penanaman modal. Tanpa dorongan ataupun dukungan kebijakan yang baik, persebaran penanaman modal tidak akan optimal. Guna mendorong persebaran penanaman modal, perlu dilakukan pengembangan pusat-pusat ekonomi, klaster-klaster industri, pengembangan sektor-sektor strategis, dan pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Tengah.
Isu besar lainnya yang menjadi tantangan di masa depan adalah masalah pangan, infrastruktur dan energi. Oleh karena itu, sebagaimana RUPM nasional, RUPMP menetapkan bidang pangan, infrastruktur dan energi sebagai isu strategis yang harus diperhatikan dalam pengembangan kualitas dan kuantitas penanaman modal. Arah kebijakan pengembangan penanaman modal pada ketiga bidang tersebut harus selaras dengan upaya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, mandiri, serta mendukung kedaulatan Indonesia, yang dalam pelaksanaannya, harus ditunjang oleh pembangunan pada sektor baik primer, sekunder, maupun tersier.
Dalam RUPMP juga ditetapkan bahwa arah kebijakan pengembangan penanaman modal harus menuju program pengembangan ekonomi hijau (green economy), dalam hal ini target pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan isu dan tujuan-tujuan pembangunan lingkungan hidup, yang meliputi perubahan iklim, pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan, serta penggunaan energi baru terbarukan serta berorientasi pada pengembangan kawasan strategis pengembangan ekonomi daerah produktif, efisien dan mampu bersaing dengan didukung jaringan prasarana transportasi, telekomunikasi, sumber daya air, energi dan kawasan peruntukan industri.
Lebih lanjut, pemberian kemudahan dan/atau insentif serta promosi dan pengendalian penanaman modal juga merupakan aspek penting dalam membangun iklim penanaman modal yang berdaya saing. Pemberian kemudahan dan/atau insentif tersebut bertujuan selain mendorong daya saing, juga mempromosikan kegiatan penanaman modal yang strategis dan berkualitas, dengan penekanan pada peningkatan nilai tambah, peningkatan aktivitas penanaman modal di sektor prioritas tertentu ataupun pengembangan wilayah. Sedangkan penyebarluasan informasi potensi dan peluang penanaman modal secara terfokus, terintegrasi, dan berkelanjutan menjadi hal penting dan diperlukan pengendalian.
Untuk mengimplementasikan seluruh arah kebijakan penanaman modal tersebut di atas, dalam RUPMP juga ditetapkan tahapan pelaksanaan yang dapat menjadi arahan dalam menata prioritas implementasi kebijakan penanaman modal sesuai dengan potensi dan kondisi kemajuan ekonomi Jawa Tengah.
Tahapan pelaksanaan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota secara konsisten dengan komitmen yang tinggi dan berkelanjutan.
Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi Jawa Tengah diperlukan agar pelaksanaan penanaman modal di Jawa Tengah sesuai dengan kebijakan penanaman modal Jawa Tengah sehingga tujuan pembangunan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPD dapat tercapai.

Arah Kebijakan Penanaman Modal, yang terdiri dari:
1. Peningkatan Iklim Penanaman Modal;
2. Persebaran Penanaman Modal;
3. Fokus Pengembangan Pangan, Infrastruktur, dan Energi;
4. Penanaman Modal yang Berwawasan Lingkungan (Green Investment);
5. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi;
6. Pemberian Kemudahan dan/atau Insentif Penanaman Modal; dan
7. Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal.

Tahapan pelaksanaan Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi, yang terdiri dari:
1. Tahap Pengembangan Penanaman Modal yang Relatif Mudah dan Cepat Menghasilkan;
2. Tahap Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Energi;
3. Tahap Pengembangan Industri Skala Besar; dan
4. Tahap Pengembangan Ekonomi Berbasis Pengetahuan (Knowledge based economy).

Download Pergub Jawa Tengah Nomor 52 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Pergub Jawa Tengah Nomor 51 Tahun 2012 tentang RUPM Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 – 2025
Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah

KELOMPOK. UMUR. AKAN ADA KEBUTUHAN YANG BERBEDA. GENDER.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penyangga pangan nasional, oleh karena itu produktivitas padi lebih diutamakan untuk terus dipacu. Pada tahun 2014, produktivitas padi sekitar 53,57 kuintal per hektar, menurun 4,44 persen dibanding produktivitas tahun sebelumnya. Luas panen padi dan jumlah produksi padi mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,41mpersen dan 6,73 persen. Sebagian besar produksi padi merupakan padi sawah, yaitu sekitar 96,33 persen.
Pertanian
Produktivitas padi di Kabupaten Sukoharjo adalah tertinggi di antara produktivitas padi di kabupaten/kota lain, yakni sebesar 63,29 kuintal per hektar. Sedangkan produktivitas terendah tercatat di Kota Semarang yaitu sebesar 32,65 kuintal per hektar. Secara umum, luas panen tanaman palawija di Jawa Tengah tahun 2014 beberapa komoditas mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Komoditas yang mengalami penurunan antara lain Ubi Kayu 5,3 persen, kacang tanah 0,64 persen, padi 2,41 persen, da Ubi Jalar 9,57 persen. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan antara lain Jagung 1,14 persen, Kedelai 10,66 persen, Kacang Hijau 38,45 persen. Produktivitas beberapa padi palawija tahun 2014 mengalami peningkatan dibandingkan dengan produktivitas tahun 2014. Untuk jagung naik sebesar 2,95 persen, Kacang HIjau 8,12 persen dan Kedelai 14,16 persen.
Perkebunan
Luas dan produksi tanaman perkebunan rakyat selama 2010 sampai dengan 2014 di Jawa Tengah mengalami fluktuasi. Dilihat dari sisi luas, tanaman perkebunan rakyat yang mempunyai area yang cukup luas pada tahun 2014 adalah tanaman kelapa, tebu, cengkeh , tembakau, ,kapok, kopi dan jambu mete. Sedangkan dilihat dari sisi produksi, tanaman kelapa, tebu, tembakau, kapok, kopi dan jambu mete mempunyai produksi yang cukup besar.
Peternakan
Jenis ternak yang diusahakan di Jawa Tengah, adalah ternak besar, yaitu sapi (potong/perah), kerbau dan kuda, sedangkan ternak kecil terdiri dari kambing, domba danbabi. Disamping itu juga diusahakan aneka ternak, termasuk unggas (ayam, itik dan burung puyuh) dan kelinci. Populasi ternak besar pada tahun 2014 untuk sapi, kerbau dan kuda masingmasing tercatat sebanyak 1.72 juta ekor, 66,86 ribu ekor dan 13,46 ribu ekor. Kabupaten
Blora merupakan kabupaten dengan jumlah ternak besar terbanyak di Jawa Tengah. Pada tahun 2014, populasi kambing, domba dan babi yang merupakan ternak kecil tercatat sebanyak 3.957,16 ribu ekor, 2395,67 ribu ekor dan 136,50 ribu ekor. Dibandingkan tahun sebelumnya, populasi ternak kecil mengalami penurunan, dan unggasmengalami peningkatan
Produksi telur (ayam ras, ayam kampung, itik dan burung puyuh) tahun 2014 tercatat sebesar 284,30 juta ton. Tahun 2014 menjadi 270,58 juta ton atau turun sebesar 4,83 persen. Untuk produksi susu tahun 2014tercatat sebesar 97,58 juta liter, tahun 2014 menjadi 98,49 juta liter atau meningkat sebesar 0,94 persen dan produksi kulit mengalami peningkatan di tahun 2014 sebesar 1,44 juta lembar di tahun 2014 hanya 1,48 juta lembar naik sebesar 2,57 persen.
Perikanan
Produksi yang dihasilkan dari kegiatanperikanan tersebut pada tahun 2014 di Jawa Tengah mencapai 505 ribu ton dengan nilai 2,55 trilyun rupiah. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, produksi ikan menurun 18,49 persen dan nilai produksinya menurun 172,86 persen. Produksi perikanan didominasi oleh perikanan darat sebesar 368 ribu ton (sekitar 53 persen dari total produksi perikanan) dengan nilai sebesar 1,04 trilyun rupiah
Pada tahun 2014, produksi usaha budidaya perikanan dan perikanan di perairan umum mengalami penurunan. Produksi usaha budidaya perikanan dan perikanan di perairan umum tercatat masing-masing sebesar 250 ribu ton dan 186 ribu ton dengan nilai produksi mencapai 812 milyar rupiah dan 231 milyar rupiah.
Kehutanan
Luas hutan yang tercatat pada Perum Perhutani Divre Jawa Tengah hampir 636 ribu hektar atau 19,55 persen dari total luas Jawa Tengah. Menurut fungsinya, hutan tersebut terbagi dalam hutan lindung (13,29 persen) dan hutan produksi (86,71 persen).
Pada tahun 2014, produksi kayu jati (pertukangan) tercatat sebanyak 193 ribumeter kubik, naik sebesar 14,07 persen dibanding tahun 2014. Sedangkan produksi kayu rimba mengalami kenaikan sebesar 3,95 persen, yaitu dari 122,00 ribu meter kubik di tahun 2014 menjadi 126,91 ribu meter kubik di tahun 2014.

Pemerintahan di Jawa Tengah


Sebagai daerah yang relatif tertinggal dibanding provinsi tetangga, Jawa Tengah memerlukan pemimpin yang dapat menyeimbangkan antara aspek kultural dan inovasi serta progresif dan kosmologis. Demikian disampaikan Drs. H. Tafsir, M.Ag Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, seminar dengan tema Masa Depan Baru Jawa Tengah, Rabu (20/8/17) di Kampus 2 Universitas PGRI Semarang yang diselenggarakan Badan Kajian Strategis dan didukung Institut Harkat Negeri (IHN).
“Seperti yang disampaikan Clifford Geertz, pemimpin harus dapat menyeimbangkan antara tradisional dan modernisme, agar dapat menuju pada kesejahteraan dan peradaban yang besar,” ujar Tafsir yang hadir sebagai pembicara.
Pemimpin kedepan, lanjut Tafsir, harus memahami aspek kultural orang Jawa yang suka ngayomi dan ngayemi, tanggap ing sasmito dan tidak adhigang, adhigung adhiguna. “Hanya saja kultural saja tidak cukup, ia juga harus inovatif, yakni mampu membuat terobosan yang luar biasa, spektakuler dalam mengelola SDM dan SDA Jawa Tengah,” papar Tafsir.
Kemudian kreteria pemimpin selanjutnya menurut Tafsir adalah orang yang dapat menyeimbangkan antara progresif namun juga kosmologis. Progresif yakni memiliki semangat kemajuan dan optimisme yang menggebu sehingga dapat memotivasi masyarakat Jawa Tengah untuk bersemangat membangun, mengejar ketertinggalan dari provinsi lain. Namun juga harus memperhatikan aspek kosmologis, dimana masyarakat Jawa Tengah lebih suka keharmonisan daripada konfliktual, keseimbangan antara dinamika industrial dan harmoni alam.
“Bukti warga Jawa Tengah mengutamakan harmoni alam yakni selalu kalahnya pemerintah dalam membangun pabrik semen karena ditentang warga,” ujar Tafsir peraih Ma’arif Award tahun 2008.
Sedangkan Dr. Mudofir Abdullah Rektor IAIN Surakarta yang juga sebagai pembicara mengutarakan bahwa dalam pembangunan ada empat pilar penting, yakni agama, sosial budaya ekonomi, politik serta hukum. “Untuk merawat empat pilar penting tersebut dibutuhkan pemimpin berintegritas tinggi, berdedikasi, dan memainkan peran profetik.
“Dibutuhkan pemimpin dengan gabungan tiga kecerdasan yakni kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual,” jelas Mudofir.
Seminar dengan topik Masa Depan Baru Jawa Tengah ini merupakan bagian dari menjaring pikiran-pikiran terbaik warga Jawa Tengah untuk menentukan masa depannya. “Kami berharap dalam kesempatan seminar ini, bukan hanya gagasan gagasan baru terumuskan, tapi juga strategi dan cara pandang baru dalam melihat persoalan berikut penyelesaiannya. Kami mengundang bapak ibu sebagai bagian dari lapisan masyarakat Jateng, di wilayah Jateng dan untuk masa depan baru Jateng,” jelas Adib Achmadi Ketua Panitia.
Rumah tradisional srotong khas Kebumen, saat ini keberadaannya semakin langka. Bahkan bisa dikatakan nyaris punah. Rumah khas Jawa ini mulai tergantikan oleh rumah-rumah dengan bangunan beton yang permanen.

Dalang Senior asal Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Ki Basuki Hendro Prayitno, mengatakan dulu di desanya banyak rumah srotong. Namun, akhir-akhir ini mulai berkurang. Masyarakat lebih banyak yang tertarik menjualnya karena tergiur dengan harganya yang selangit.

“Sudah banyak yang dibeli olah orang Jogja, orang Solo. Padahal ini rumah khas sini, sekarangan sudah mulai berkurang,” kata Basuki, kemarin.

Menurutnya, hal tersebut terjadi disebabkan berbagai faktor, seperti indikator telah berubahnya pola pikir dan gaya hidup masyarakat menjadi lebih modernis, individualis, dan praktis. Seperti sekarang, juga karena semakin meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Makanya ini perlu ada upaya untuk melindungi. Jangan sampai ini habis, sehingga nantinya kalau kita ingin tahu rumah khas kita harus melihat ke luar daerah,” ujarnya.
Dengan keberadaan itu, pihaknya mendukung Pemkab Kebumen yang akan merencanakan membangun Kampung Jawa Kebumen di wilayah Kecamatan Ambal. Menurutnya, dengan ditetapkannya Kampung Jawa, akan melindungi keberadaan rumah srotong yang kian terkikis. “Saya sangat setuju. Ini secara otomatis akan melindungi rumah dan budaya yang ada di Ambal,” imbuhnya.

Sementara itu, wilayah Kecamatan Ambal bakal ditetapkan menjadi Kampung Jawa Kebumen (KJK). Kampung Jawa Kebumen ini akan melengkapi Kampung Inggris Kebumen dan Kampung Arab Kebumen, yang terlebih dulu diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Kampung Jawa Kebumen bakal diluncurkan pada Maret 2018 mendatang. Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, dipilih sebagai Kampung Jawa Kebumen. Alasannya, di desa tersebut terdapat rumah mantan Bupati Ambal, Poerbonegoro, dan bangunan SDN 1 Ambalresmi yang merupakan cagar budaya. Di desa ini, masih banyak dijumpai rumah warga yang memiliki ciri khas Kebumen, yaitu srotong dan bandung.

Di Desa Ambalresmi, juga banyak terdapat tokoh budaya dan pelaku seni, seperti dalang, sinden, pengrawit, penari, hingga seniman kethoprak yang berpotensi sebagai pelaku kegiatan Kampung Jawa Kebumen.

Selain itu, di desa tersebut ada home industri pakaian adat jawa berupa blangkon, sorjan, beskap, wayang golek dan wayang kulit. Masyarakat desa juga masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Jawa. Terbukti dengan adanya kegiatan grebeg cah angon, kursus pedhalangan, adanya pemeliharaan cagar budaya yang di dalamnya terdapat benda-benda purbakala. Mulai dari keris, kuluk, baju milik mantan Bupati Ambal serta silsilah trah Bupati Poerbonegoro

Tak hanya itu, terdapat obyek wisata yang menarik di sekitar desa tersebut. Misalnya Pantai Ambal, kampung kopi, pacuan kuda, dan kampung wisata kuliner sate Ambal, hingga emping Ambal. Masih banyak terdapat tanaman langka khas Kebumen, antara lain kepel, namnam, manggis, duku, sawo, kecik, duren dan duwet.(ori)

Desain Rumah Magelang

Rumah untuk daerah beriklim panas/tropis

Rumah untuk daerah beriklim panas/tropis

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok yang mewadahi sebagian besar kegiatan dan aktivitas selama kita hidup di bumi ini. “Rumahku istanaku”, “rumahku surga duniaku”, atau “home sweet home” adalah ungkapan-ungkapan umum yang menggambarkan seberapa pentingnya rumah bagi hidup kita. Membangun rumah idaman bagi sebagian orang bisajadi merupakan motivasi hidup untuk merealisasikannya dan menjadi kepuasan setelah berhasil membangunnya. Kalaupun bukan rumah idaman, setidaknya rumah yang ideal dan sesuai kebutuhan sudah cukup sebagai tempat tinggal sebuah keluarga.
Namun seringkali dalam membangun rumah, faktor lingkungan dan iklim sekitar kurang diperhatikan sehingga rumah cepat mengalami kerusakan fisik. Seperti yang telah diketahui, kita tinggal di iklim tropis basah yang memiliki kondisi langit cerah dan menyilaukan, serta musim hujan dan kering yang kontras. Baik rumah paling mahal atau paling hemat bila tidak cocok dengan kondisi iklim tropis akan berimbas pada kondisi yang tidak nyaman bagi penghuni. Penggunaan AC mungkin dapat memberi rasa nyaman dalam rumah, namun bukan merupakan solusi yang alami dan cenderung boros dan kurang ramah lingkungan.
Dalam membangun rumah di daerah tropis, terdapat beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan diantaranya pertimbangan orientasi, ventilasi, bahan bangunan, lansekap.

Source : Alifiano Rezka Adi

Mahasiswa Arsitektur FT UGM Yogyakarta

Tentang Jasa Arsitek

terasama estae jogja
CENTER POINT ARSITEK menerima jasa Desain Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan dan didukung oleh tenaga – tenaga Arsitek , Sipil dan Tukang Bangunan berpengalaman, telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang Rancang Bangun Perumahan ( Perumahan Mewah, Perumahan Sedang, maupun Perumahan Sederhana ) meliputi Bangun rumah, Renovasi rumah.
Berbagai macam pertimbangkan mungkin sudah banyak tertampung dipikiran anda. Mulai dari mempertimbangkan berapa banyak Biaya Pembangunan Rumah dan Team kita akan mengunakan Rencana Anggaran Biaya anda dapat mengetahui berapakah dana (budget) anda yang harus dikeluarkan, berapa luas bangunan yang akan dibangun, ruang apa saja yang akan dibutuhkan, Gaya Bangunan, dan Model Bangunan apa yang sesuai dengan selera anda. Mungkin anda juga sudah berusaha mencoba merencanakan tata ruang bangunan yang menurut anda layak dan sesuai dengan kebutuhan anda.
Kami siap memberikan SOLUSI kepada Anda bukan hanya dalam Desain Rumah saja, melainkan siap Membangun Rumah, Merenovasi Rumah maupun Membongkar Rumah anda dengan pengerjaan secara professional dan terencana.
Sebagai Jasa Arsitektur berpengalaman, kami berikan solusi pembiayaan yang jelas, system pembayaran serta pelaksanaan bangunan secara flesibel sesuai dengan budget keuangan dan kebutuhan anda. Team bangun bangunan baru siap melaksanakan bangun rumah, renovasi rumah, dan bongkar rumah untuk merubah tampilan rumah anda menjadi semakin baik. Bukan hanya rumah dengan team Bangunan kita juga melayani bangun ruko, renovasi ruko, bongkar ruko, bangun kantor, renovasi kantor, bongkar kantor dan segala hal yang menyangkut Bidang Arsitektur dan struktur bangunan .untuk merubah tampilan rumah, ruko, kantor anda menjadi semakin baik.
Setelah melalui proses pemikiran diatas, mungkin akhirnya anda berpikir untuk mencari seorang Arsitek yang akan memberikan solusi dalam merencanakan sebuah bangunan sesuai dengan keinginan anda.Team bangun bangunan baru memiliki Arsitek, Sipil, Tukang Bangunan, Mandor, Konsultan dan Pengawas kerja terampil dan berpengalaman.
Sebagai team Arsitek rumah tinggal dan Jasa Renovasi serta Kontraktor Proyek terkini sebagai Kontraktor Arsitek, Kontraktor Rumah, Kontraktor Bangunan, Konsultan Arsitek, Konsultan Rumah, Kontraktor Ruko, Kontraktor Kantor, Konsultan Ruko, Konsultan Kantor dan Konsultan Bangunan berpengalaman.
Dengan konsepsi Rancangan yang matang, perwujudan Arsitektur Bangunan, Arsitektur interior, maupun Arsitektur Landscape/Taman, selain dapat memaksimalkan fungsi-fungsi ruang yang proporsional juga dapat menghadirkan tempat yang nyaman bagi anda dan juga akan memberikan citra khusus untuk anda

Faktor Desain Bangunan Yang Perlu Di Perhatikan

( Jasa Arsitek Professional dan  Murah )

  • Pertama, Economic (ekonomis)

Banyak orang yang ingin memiliki rumah yang bagus, namun terkendala masalah biaya. Jika orang tersebut berpikiran pendek, pasti dia hanya akan membangun rumah dengan desain seadanya. Yang penting jadi dan bisa ditempati. Padahal desain rumah tersebut sebetulnya bisa disesuaikan dengan budget yang tersedia.

  • Kedua, Strength (kekuatan)

Sebelum membangun rumah, perlu dipikirkan bagaimana caranya agar pondasi kokoh dan mampu menahan beban yang ada di atasnya. Selain itu, perlu diperhatikan pula bagaimana caranya agar bangunan tersebut kuat menahan guncangan gempa, angin kencang, badai, hujan deras, dan sebagainya.

  • Ketiga, Stability (stabilitas)

Bangunan harus stabil, artinya bangunan harus tetap berada pada posisi yang direncanakan. Tidak roboh, atau bahkan hanya sekedar miring pun tidak boleh terjadi.

  • Keempat, Aesthehtic (estetika atau keindahan)

Untuk memperoleh desain terbaik, kita harus berani membuat berbagai bentuk, memadukan berbagai warna cat tembok, memilih warna genteng, memilih material, asesoris dan pernak-pernik lain yang dapat menambah estetika bangunan.

  • Kelima, Health (kesehatan)

Hal ini mencakup ventilasi udara dan sinar matahari, akses air bersih, jarak septic tank dari sumur sejauh 10 meter apabila menggunakan sumur tanah, dan sebagainya.

  • Keenam, Comfort (kenyamanan)

Meski nyaman itu sendiri relatif bagi setiap orang, namun ada berbagai hal yang harus diperhatikan terkait kenyamanan. Misalnya posisi kamar mandi tidak boleh berhadapan dengan ruang tamu, lebar dan tinggi anak tangga yang harus sinkron (tidak boleh terlalu tinggi maupun terlalu rendah), dan lain-lain.

  • Ketujuh, Green (ramah lingkungan)

Artinya, jangan sampai bangunan yang kita bangun lantas ‘mengorbankan’ pepohonan yang dulunya ada di sekitar rumah. Sebisa mungkin pepohonan tersebut harus tetap ada di sekitar bangunan kita. Selain itu, akses sinar matahari yang cukup juga dapat menjadi pencahayaan alami sehingga menghemat penggunaan listrik.

  • Kedelapan Savety (Keamanan)

GSB (Garis Sepadan Bangunan): Secara umum GSB adalah garis imaginer yang menentukan jarak terluar bangunan terhadap ruas jalan. Kita dilarang keras membangunan melibihi batas GSB yang sudah ditentukan. Besarnya GSB ini tergantung dari besar jalan yang ada di depannya. Jalan yang lebar tentu saja mempunyai GSB yang lebih besar dibandingkan jalan yang mempunyai lebar yang lebih kecil. Biasanya jarag GSB ini adalah 3 s.d 5 m. Untuk lebih pastinya saya sarankan tanya terlebih dahulu ke pihak developer atau tata kota setempat.
Dengan adanya GSB juga bisa menciptakan sistem keamanan yang lebih baik dan bisa menjadi tempat untuk anak-anak bermain sehingga mereka tidak akan berada di pinggir jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas yang ada di depan rumah. Selain itu GSB dapat mengurangi suara bising serta melindungi bangunan karena ada tempat yang cukup untuk membuat teritis.

Untuk info lebih lanjut Hubungi kami di 082138863000 ( Jasa Arsitek Murah – Arsitek Center Point

TENTANG CV. CENTER POINT ARSITEK

AKTA PENDIRIAN PERUSAHAAN
Notaris : Hj. Pujiastuti, SH.
Nomor : 12
Tanggal : 12-08-2010

SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN KECIL
Kabupaten : Bantul
Nomor : 510/DP/K1/470/VIII/2010
Tanggal : 20-08-2010

TANDA DAFTAR PERUSAHAAN
Kabupaten : Bantul
Nomor : 120137401663
Tanggal : 20-08-2010

SURAT KETERANGAN IJIN GANGGUAN
Kabupaten : Bantul
Nomor : 2451/DP/001/V/2013
Tanggal : 16-05-2013

Alamat

Alamat: Jl. Ki Ageng Pemanahan Terasama Estate C9, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55191

Invetasi Propety


Rumah dijual di Al-Hasanah, Tanah Baru, Bogor Utara.
LT: 150 / LB: 95.
KT: 3, KM: 2, Carport: 1.
Listrik: 1300 watt.
Air: PAM & Jetpump.
Sertifikat: SHM.
Internet: Megavision (Installed) & Indiehome (Ready).
Fasilitas: Musholla, mini market, Sekolah Alam Bogor (Playgroup, TK, SD, SMP, SMA).
Lokasi:
– 500 meter dari exit toll Sentul Barat.
– Dekat dengan Giant & Aeon Mall Sentul city.
– Dekat dengan Bot GC
– Dekat dengan lokasi wisata kuliner Bogor.
Harga:
1,3 M — Nego
Hubungi Alus Komara Sumintawikarta 0816709623

Paket Software dan Dokumen Pendukung Untuk Developer Property (Dalam Bentuk softcopy)

Meliputi:
1. Software Untuk Menghitung RAB Pembangunan Unit Rumah.
2. Software Analisa Lahan Quick Count.
3. Software analisa RAB proyek – contoh perhitungan.
4. Software RAB Pembangunan Fasum Fasos.
5. Software Analisa Angsuran KPR.
6. Monitoring KPR.
7. Software Biaya Pajak Administrasi.
8. Software Simulasi Pengajuan KPR Konsumen.
9. Software Progress Fisik Pembangunan.
10. Software untuk Menghitung KPR, Kelengkapan Berkas dan Asuransi.
11. Kartu Monitoring Pembayaran Konsumen.
12. Time Schedule Piutang Konsumen.
13. Kartu Piutang Konsumen.
14. Format Penyimpanan Data Konsumen.

Dokumen-Dokumen:
1. Formulir Pemesanan Kaveling.
2. Perjanjian Pengikatan Jual Beli.
3. Surat Perintah Mulai Bangun – Cash Bertahap.
4. Surat Perintah Mulai Bangun – KPR.
5. Surat Perintah Kerja.
6. Kontrak Surat Perintah Kerja.
7. Lampiran SPK.
8. Surat Perjanjian Kerjasama Pembangunan Proyek Pemilik Lahan – dengan PT.
9. Surat Perjanjian Kerjasama Pembangunan Proyek Investor – dengan PT.
10. Contoh Surat Perjanjian Borongan Pekerjaan.
11. Berita Acara Serah Terima Bangunan (Kontraktor dengan Developer).
12. Contoh Surat Pernyataan Hutang Konsumen.
13. Perjanjian Kerjasama Antara Bank dengan Developer.
14. Permohonan Kredit Developer Kepada Bank.
15. Pengantar Permohonan Kredit Kepada Bank.
16. Permohonan Kredit Developer Kepada Bank.
17. Proposal Izin Site Plan.
18. Surat Kerjasama Pemasaran Proyek Perumahan.
19. Surat Keterangan Pengalihan Hak Atas Tanah.
20. Proposal Pembangunan Perumahan.
21. Permohonan Ijin Lokasi.
22. Surat Kuasa Jual.
23. Surat Penawaran Rumah Kepada Instansi.
24. Surat Penawaran Perumahan Secara Langsung, Ke Konsumen atau Direct Selling.
25. Perjanjian Pengalihan Hak Atas Kaveling.
26. Teknik Wawancara Kepada Konsumen Untuk Meningkatkan Penjualan.
27. Proposal Permohonan Ijin Perumahan.
28. Surat Pernyataan Tidak Keberatan Pembangunan Perumahan.?
29. Perjanjian Pembelian Lahan Bertahap Perbulan
30. Perjanjian Pembelian Lahan dengan Pembayaran Bertahap Sesuai Termin.
31. Perjanjian Pembelian Lahan dengan Pembayaran Bertahap Sesuai Unit Terjual.
32. Perjanjian Kerjasama Lahan dengan Pembayaran Bertahap Sesuai Termin.
33. Perjanjian Pembelian Lahan dengan Pembayaran Mundur.
34. Perjanjian Kerjasama Lahan dengan Pembayaran Sesuai Unit Terjual.
35. Perjanjian Kerjasama Pemberian Modal oleh Investor.
36. Surat Pernyataan Hutang Konsumen.

Dll..

INVESTASI hanya 100.000

Bonus Software Arhicad dan Viray 7 for Schectup

Mengkonversi uang 100 ribu menjadi bisnis jutaan bahkan milyard-an dalam bisnis property.
Alus 0816709623

Bisnis Property Online

Inovasi teknologi yang terus berkembang semakin memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Hanya saja memberikan dampak negatif terutama bagi keberadaan beberapa profesi.

Pengamat Ekonomi Chatib Basri mengatakan, akan ada sekitar 5,1 juta pekerjaan yang akan hilang di dunia. “Maka, pekerjaan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan ini, tanpa itu perusahaan apa pun baik skala besar maupun kecil tidak bisa bertahan,” ujarnya saat ditemui usai Mandiri Human Resources Symposium di Jakarta, Selasa, (26/9).

Meski begitu, Chatib pun meyakini, ke depan akan semakin banyak pekerjaan tercipta. “Seperti gojek, tapi semakin banyak maka pendapatan rendah,” katanya.

Ia menyebutkan, beberapa pekerjaan yang akan hilang di antaranya tukang pos seiring mudahnya berkirim pesan lewat e-mail.

Profesi resepsionis maupun sekretaris juga bisa hilang dan digantikan robot.

“Profesi apa pun itu akan terganggu oleh disruptive innovation unless yang membutuhkan creative thinking tidak bisa repeated, tapi repeated pasti akan hilang,” ujar Chatib. Maka ia menilai, pekerja yang akan bertahan di masa depan adalah yang memiliki data analitik dan ide kreatif.

Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa membuat peraturan yang cekatan, fleksibel, serta bisa beradaptasi.

Tujuannya untuk mengatasi disruptive yang terjadi di semua bidang.

“Pertanyaannya adalah bisa tidak regulasi pemerintah cukup cepat untuk menyesuaikan dengan inovasi yang ada? Karena misalnya, fenomena Uber, Gojek berantem dengan supir taksi konvesional tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di Paris, London, dan lainnya,” kata Chatib.

Pekerjaan makelaran atau kerennya Broker properti akan tergantikan oleh Broker properti Online

Menjadi bagian sebagai agent Property MAGNET PRO adalah Salah Satu Solusi Pilihan Pekerjaan Broker Properti Online yg Tepat

KAYA RAYA JADI AGEN PROPERTI ONLINE MAGNET PRO

Kami memiliki cara mendptkan Penghasilan Tanpa Keluar dari Rumah & Tanpa Modal (GRATIS) dari Bisnis PROPERTI

Anda mau BELI Property?
Di seluruh Indonesia ADA
Atau

Anda mau JUAL Property?
Di seluruh Indonesia BISA

Di MAGNETPRO, tempatnya JUAL BELI SEWA PROPERTY ONLINE

  • Villa
  • Ruko
  • Gudang
  • Apartemen
  • Perumahan
  • Rumah Kos
  • Rumah Mewah
  • Tanah Sawah
  • Tanah Kering / Lahan Kosong
  • MALL
  • Hotel\
  • Rumah Sakit
    Dan Lain – Lain
  • Caranya :

I . Daftarkan diri Anda menjadi anggota MAGNETPRO

, silahkan isi data Anda
Lalu cari menu DAFTAR
Klik aja link ini dan isi formulirnya.
DAFTAR GRATIS

MagnetPro
Selanjutnya :

  • Klik kolom MENDAFTAR
  • Lalu isi data Anda
  • Selanjutnya Buka Email Anda
  • Lalu Klik KONFORMASI
    Selesai

==============================

*SELAMAT BERGABUNG DI TIM AGEN PROPERTY ONLINE MAGNETPRO

MagnetPro

WhatsApp chat WhatsApp 082138863000